Rabu, 07 November 2012

So Weird Body!

Ya ampun, ada apa dengan tubuhku? Setiap nongkrong dengan teman-teman sampai larut malam pasti besoknya bawaannya ga fit. Merianglah, panas dalam, pengennya tidur-tiduran. Padahal aku kan laki, malu donk kalo ketahuan teman-teman badanku 'tipis' ditiup angin bentar langsung bruukk! :-<
Aku sering merahasiakan hal ini dari mereka biar kedepannya bisa diajak nongkrong lagi. Biar tidak dikatain anak mami, :(( anak manja & sejenisnya.
Biasanya proses pemulihan stamina membutuhkan 2 sampai 3 hari & dalam rentang waktu itu aku beralasan 'sibuk' jika mendapat undangan malam itu lagi.

Aku sendiri menyadari kerapuhan tubuhku tercipta karena kebiasaan menjadi 'anak rumahan' yang aku pupuk sejak muda (Maksudnya SMP). Aku selalu menghabiskan malam untuk belajar ketimbang ngumpul-ngumpul dengan anak-anak sekompleks. Disaat anak-anak sebaya sudah mengenal merokok, aku dengan tegas menolaknya dengan asumsi 'No benefit at all towards our body!'

 Ga ada manfaatnya di tubuh kita selain memicu timbulnya penyakit. Akhirnya teman-teman dengan maklumnya membiarkan aku terlarut dengan gaya hidup 'baik-baik' itu. Ketika umur masih sangat muda seperti itu aku belum merasakan efek apa-apa malah terasa mendapatkan manfaat seperti selalu menjadi bintang kelas B-)
Prestasi yang aku raih semakin mengukuhkan kemakluman teman-teman untuk tidak mengganggu aturan hidup yang aku mau. Ada rasa Exclusive tersendiri merasa bahwa aku makhluk special yang tidak seperti orang kebanyakan. Aku dicintai para guru di sekolah & menjadi kebanggaan orang tua. Hampir tidak ada rasa 'kegalauan' yang menggangguku. Bahkan tanpa pacaran sekalipun aku masih merasa biasa saja.
Hingga akhirnya waktu terus berlalu & usiaku semakin beranjak dewasa. Aku mulai merasakan kejanggalan dengan hidupku. Di usiaku yang ke-23 aku ternyata belum mempunyai pacar. Kemana-mana selalu sendiri. Sepulang kerja aku mulai merasakan bosan yang teramat sangat karena hidupku seperti robot. Rumah - kantor - rumah - kantor - mall - acara. Tanpa ada rasa kepuasan bahwa aku sudah menghabiskan hidup dengan benar.
Tiba saatnya aku ingin memiliki pacar tetapi tidak tau harus memulai darimana. Maka aku harus bersosialisai & otomatis harus memiliki komunitas.
Dengan segala upaya aku tanggalkan embel-embel 'nice guy' di diriku. Ketika teman kantor menawarkan sebatang rokok dengan segera kuterima. Walaupun setelah itu aku harus berkali-kali membuang ludah & berkumur-kumur karena rasa asap pekat yang tidak enak dimulut. "Paling tidak ini adalah langkah awal bila ingin menyatu dengan lingkungan" pikirku

Singkat cerita akhirnya aku mulai ditawari hal yang lebih ekstrem lagi yakni alkohol. Oh man! Tidak pernah terlintas dipikiranku bakal mengkonsumsi barang haram ini. Sebenarnya mereka tidak memaksa karena mereka sudah mengenal tabiatku seperti apa. Akan tetapi doronganku untuk melepaskan embel-embel anak baik akhirnya membawaku untuk mencobanya barang seteguk saja.
Guess what? Rasanya pahitt banget
Bak cairan panas melalui tenggorokanku. Hingga aku berpikir "bagaimana bisa orang-orang begitu tergila-gila nge-drunk, sedang rasanya Gak Banget!?"
Aku juga mulai berani berkenalan dengan orang baru.

 Namanya juga upaya mencari komunitas. Ternyata tidak mudah loh menguasai diri agar tidak terlihat gugup di depan orang baru. Akhirnya aku mendapat seorang teman yang humble & baik. Dibawanya aku ke komunitasnya yang penuh dengan kehidupan malam. Walau begitu mereka memiliki perangai yang baik dalam artian sangat ramah terhadap new comer sehingga akupun merasa nyaman disekeliling mereka.
Nah dengan komunitas inilah tempat pelarianku mengusir jemu. Walaupun demikian aku masih tidak habis pikir mengapa mereka tidak mudah sakit sekalipun mengendarai motor tanpa jaket di malam hari.

Karena melihat rutinitasku rasanya No time for sick! Lagian siapa sih yang mau sakit? Aku ingin menikmati pergaulanku tanpa perlu khawatir besok bakal mengalami meriang, panas dalam atau rasa kantuk yang berkepanjangan.

what a weird body!

***