Minggu, 28 April 2013

[Meme & Giveaway April 2013] Kitab Mantra Standar Karya Miranda Goshawk

Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi pada Hotter Potter Event Monthly Meme & Giveaway April 2013 yang diadakan oleh Surgabukuku.com

dengan Topik

Jika kamu berkesempatan mengunjungi toko buku Flourish and Blotts, buku apa yang akan kamu bawa pulang dari sana? Pilih 1 (satu) buku saja! Jangan lupa sertakan alasannya…

Waduh.. gimana nih! Ketika membaca buku Harry Potter (HP) aku tidak terlalu menaruh minat pada buku-buku di dunianya. Interestku malah tertuju pada mantra-mantranya yang ajaib. Yang aku ingat, judul-judul buku di dunia HP Lucu-lucu, seru-seru! Seperti buku muggle yang di magic-magican atau malah buku-buku magic yang dimuggle-muggle kan! Pokoknya imut-imut deh (kayak boneka aja!).

Nah.. buku-buku itu cuma disebutkan judul-judulnya doank. Bagaimana aku bisa menulis jika isinya tidak pernah dideskripsikan JK. Rowling dalam novelnya?
Nah.. jadinya bingung kan harus bilang apa. Beruntungnya ada harrypotter.wikia.com ! Di situ banyak dijabarkan tentang dunia Harry Potter termasuk buku-bukunya. (Paling tidak merekalah yang menjadi penanggung jawab dari berbagai deskripsi content buku khayal itu).


Pada akhirnya aku akan mengambil buku Book of Spells atau Kitab Mantra Standar dari rak Flourish and Blotts. Tentu saja buku ini yg paling ingin aku baca selama ini— kalau perlu aku miliki. Kamu tahu, Setelah membaca novel HP kamu pasti sudah akrab donk ya dengan mantra-mantra cute yang sering di demonstrasikan oleh para tokohnya. Seperti mantra panggil Accio! mantra terbang Wingardium Leviosa! mantra buka kunci Alohomora! mantra pingsan, mantra perintang.. mantra pelucut senjata daan mantra-mantra unyu lainnyaaa!!!

Nah.. Buku buah karya Miranda Goshawk inilah yang menjadi literatur resmi mata pelajaran mantra & guna-guna di Hogwarts itu. Semua mantra-mantra sederhana tapi useful ini ada di dalamnya.
Hhoho... aku kan jadi bisa ikut-ikutan Harry kirim-kirim bunga api, angkat-angkat barang berat, atau memperbaiki barang-barang rusak tanpa harus ke service. Semuanya semudah mengucapkan Sim Salabim!

Tapi gak ding! Ga mudah loh untuk merapal mantra-mantra itu agar bekerja sebagaimana mestinya. Semuanya butuh proses! Magic saja gak ada yang instant tapi hebatnya manusia berhasil membuat Mie Instant!
Tapi paling tidak, di buku itu semua tuntunan ritual praktek tertera dengan jelas. Cara mengucap mantranya—mulai dari artikulasi, intonasinya, cengkoknya (emangnya dangdut), panjang pendek tarikan nafas,  semuanya (i hope) dipaparkan dengan lugas dan terpercaya!

Setelah menguasai fase verbal selanjutnya kita masuk pada Body Language alias gesture tubuh.
Nah kalau merapal tuh badan musti tegap, mata memandang lurus ke object, genggaman tongkat harus yakin dan pikiran harus fokus. Jadi gak boleh tuh diambil santai, sambil makan apel, sambil cengar-cengir, sambil dengerin radio, apalagi sambil ngondek!

Keamanan para siswa dalam melakukan praktek dijelaskan pula di situ seperti keadaan lingkungan yang aman untuk praktek.
Sehingganya walau gak pernah mengenyam pendidikan di Institut Hogwarts (terhambat masalah umur) aku bisa juga tuh belajar sihir. Nah ini dia nih Daftar Isi yang ada dalam buku Book of Spells karya Miranda Goshawk:
  1. Bat-Bogey Hex : Mantra mengeluarkan kelelawar dari hidung.
    Bagus sebagai pelampiasan ketika lagi sakit hati pada seseorang (becanda ding!)

  2. Bird-Conjuring Charm :
    Itu tuh.. mantra Avis! Sangat membantu nih sebagai pengisi acara Hajatan Keluarga. Pura-puranya mau main sulap menghibur para undangan. Lalu AVIS! Segerombolan burung berwarna-warni menyembur keluar disertai dengan bunyi Pop pelan. Para penonton pun bertepuk tangan kegirangan.
    .
  3. Disarming Charm : Mantra Pelucut senjata.
    Akhirnya aku bisa juga mempelajari salah satu mantra Favorite Harry : Expelliarmus!

  4. Engorgement Charm : Mantra Pembesar.
    Ini… ini salah satu mantra imut itu. Sepertinya akan menyengangkan bisa memperbesar ukuran sebuah benda. Tapi benda apa ya..? Mungkin kupu-kupu yang melintas di taman bisa aku ubah menjadi sebesar elang. Wahh… bakal jadi tontonan masyarakat sekampung tuh! Lalu menjadi objek penelitian para ahli. Silahkan saja! Dikiranya spesies baru atau kupu-kupu yang berevolusi. HHehe Engorgio!

  5. Fire-Making Spell :
    Oh.. ini mantra favorite Hermione! Mantra pembuat api. Luar biasa.. aku bahkan bisa menghemat penggunaan korek api. Just say : Incendio!

6. Gouging Spell : Mantra menggali dan membuat lorong-lorong pada batuan padat.
Mantra ini cocok saat kita memutuskan untuk bekerja di tambang emas. Mantranya Defodio!


7. Hardening Charm : Mengubah benda menjadi batu! Mantranya Duro!
Sangat membantu saat kekurangan bahan bangunan sewaktu mendirikan rumah.


8. Impediment Jinx : adalah Mantra Perintang.

Mampu membekukan target selama kurang lebih sepuluh detik. Mungkin mau menangkap lalat atau kupu-kupu sangat efisien menggunakan mantra ini. Impedimenta!



9. Levitation Charm : Satu lagi mantra unyu… masih ingat kan pelajaran mantra kelas satu Hermione? Wingardium Leviosa! Dan bulu Ayamnya berhasil terangkat ke udara melawan gravitasi bumi. Inilah mantra menerbangkan benda. Mau pindahin kursi? Mau ngambil bola di atap rumah? Ayunkan saja tongkatmu!:)



 10. Mending Charm : Asiik.. mantra yang paling useful buat para muggle ini ternyata ada juga di buku ini. SANGAT.. SANGAT berMANFAAT! Gak perlu membalikkan waktu saat kita tak sengaja memecahkan porselen yang harganya MAHAL! Ga perlu susah-susah ke tempat service jika ada barang-barang yang rusak! Cukup lambaikan tongkatmu dan ucapkan REPARO! Maka semua barang-barang itu akan kembali ke bentuknya semula.:)


11. Patronus Charm : Gak nyangka mantra sesulit dan sehebat ini ada juga dalam buku ini. Ga semua penyihir loh bisa mengeluarkan Spirit Guardians dengan sempurna. Firasatku akan butuh waktu panjang bagiku mempelajari mantra ini. Apa ingatanku yang paling bahagia? Perasaan, lebih banyak galaunya deh daripada bahagianya!

Expecto Patronum… Expecto Patronum! Berkali-kali ku menyabet tongkatku dan hanya asap putih keperakan mendesau tak berbentuk keluar dari dalamnya.
Patronus Harry berbentuk kijang jantan

12. Reductor Curse : Mantra penyingkir benda-benda padat dengan cara menghancurkannya berkeping-keping. Juga sangat berguna bagi pekerja batu dalam menghancurkan bongkahan besar. Reducto!



Ginny mempraktekan mantra Reducto

13. Revealing Charm : Menyibak tinta kasat mata di atas kertas atau membuat benda-benda tak kelihatan memperlihatkan wujudnya. Sangat cocok untuk orang-orang yang sangat penasaran dengan sosok hantu. (emang bisa?) Aparecium mantranya!

14. Scouring Charm : Mantra yang penting sekali untuk orang-orang yang tidak punya pembokat. Membersihkan berbagai hal semudah melambaikan tangan. Mantra pembersih : Scourgify!

15. Severing Charm : Mantra Pemotong atau perobek benda. Mantra ini pertama kali ditemukan oleh penyihir penjahit untuk memotong atau menggunting pakaian dengan tepat dan akurat. Diperlukan keterampilan lambaian tongkat karena jika melesat bisa menyebabkan kematian atau cedera. Diffindo!






16. Shield Charm : Kalau di dunia muggle, mantra ini pasti akan diincar oleh para pelaku kejahatan. Karena dengan mantra Perisai, timah padat yang keluar dari selongsong pistol polisi tidak akan mampu mengenai mereka. Bahkan bagi yang ahli, peluru itu malah memantul balik ke arah polisi. Protego!

17. Shrinking Charm : Ini adalah kontra mantra Engorgio! Mengembalikan objek yang terkena pengaruh engorgio kembali ke ukuran semula. Reducio!
18. Stunning Spell : Stupefy! Pasti kenal kan sama mantra ini? Mantra yang menjadi salah satu favorite Harry ini ada juga ternyata di buku ini. Mantra pembuat pingsan!
19. Summoning Charm : Inilah mantra paling unyu untuk orang lazy likes me! Terasa berat untuk bangkit ambil remote tv! Juga mantra Favorite untuk orang ceroboh lalai just likes me also.
Ga perlu lagi teriak-teriak “Ma.. kunci lemariku dimana ya?” “Ka.. Charger HPku kok ga ada di meja belajar?”
Cukup angkat tongkatmu dan teriakkan “Accio Kunci!” “Accio Charger!” maka benda benda kebutuhanmu akan meluncur keluar dari tempat persembunyian menuju ke arahmu.
20. Unlocking Charm : Siapa yang tidak kenal mantra Alohomora! Mampu membuka kunci mekanik yang tidak terlindungi sihir. Terkenal sebagai mantra sahabat pencuri!:) 
21. Wand-Lighting Charm : sangat useful saat listrik padam. Yup dialah mantra Lumos! Dan tongkat kita sekarang berperan sebagai lampu kecil yang berpendar di tengah kegelapan.
Harry dan mantra Lumos

22. Water-Making Spell : Seperti namanya mantra ini dapat mengeluarkan air dari ujung tongkat. Air bersih yang dapat diminum. HHaha produk air minum mineral siap-siap gulung tikar nih. Aguamenti!
Sekarang? Kamu pasti setuju bukan buku ini sangatlah mempesona? Jadi kalau disuruh pilih satu dari sekian buku yang ada di Flourish and Blotts, Book of Spells karya Miranda Goshawk tidak akan mengecewakan.

Daftar Bacaan:

1. Book of Spells - HarryPotter.Wikia.Com

Senin, 15 April 2013

[Wings #1] Telaah buku Wings (Sayap Peri) Karya Aprilynne Pike

 
Baru selesai baca wings (sayap peri) buah karya Aprilynne Pike nih…

Keren juga..

Aku suka ide ceritanya…

Memberi kita kesempatan untuk mengenal dunia “lain” selain dunia normal yang kita tinggali saat ini.
Ah.. Buku Harry Potter juga kan menawarkan dunia “lain”, dunia sihir!

Eits tunggu dulu,,, Jika Harry Potter dilatarbelakangi oleh ilmu okultisme dan history, maka buku Wings bisa dikatakan berlatar pelajaran Biologi.

Ada beberapa istilah biologi yang mewarnai buku ini seperti jaringan tumbuhan, sel, mikroskop, naturopathic dan lain-lain. Tentu saja “sedikit” pengkajian ilmiah seperti ini bisa meyakinkan pembaca mempercayai cerita ini.
Dunia peri memang bukan hal baru tapi… mengatakan peri adalah termasuk ke dalam jenis tumbuh-tumbuhan adalah hal yang “mengagetkan”!

Laurel —si tokoh utama— yang dari kecil sudah terbiasa dengan kehidupan normal sebagai manusia, menjadi sangat kaget ketika benjolan di punggungnya lama kelamaan membesar sampai akhirnya mengeluarkan semacam kelopak bunga yang tampak seperti sayap. Walaupun kaget tapi dia juga kagum karena kelopak itu sendiri sangat indah berwarna putih kebiru-biruan sedikit transparan seperti balon dan mengeluarkan bau yang semerbak.
Bersama dengan teman sekolahnya —David —mereka berusaha membuktikan perkataan Tamani, cowok asing yang menjagai hutan di belakang rumah Laurel. Tamani mengatakan bahwa Laurel bukanlah anak manusia. Dia dititipkan di depan rumah orang tua angkatnya yang sekarang untuk mengemban tugas yang sangat penting yaitu menjaga gerbang masuk ke Avalon —dunia peri — dari makhluk-makhluk menyeramkan seperti Troll dari dunia manusia.
Tamani juga mengatakan bahwa Laurel seorang peri seperti dirinya. Peri yang menurut pendapatnya adalah tanaman yang berevolusi sangat tinggi hingga berbentuk seperti sekarang menyerupai manusia.

Untuk membuktikan itu semua, Laurel dan David melakukan riset kecil-kecilan. Salah satunya adalah menguji sample darah laurel. Tapi apa yang terjadi? Bukannya cairan kental berwarna merah yang keluar dari tubuh Laurel melainkan cairan bening layaknya getah.
Hal ini tentu saja sangat mencengangkan!
Akhirnya dengan menggunakan mikroskop milik David mereka memeriksa cairan tersebut untuk meneliti sel yang dikandungnya. Dan hasilnya terbukti bahwa sel-sel tubuh Laurel berbentuk kotak tidak bulat layaknya sel manusia dan hewan pada umumnya. Sel kotak itu sendiri adalah  ciri dari tumbuhan.


Meskipun demikian, novel ini bisa dibilang memiliki alur yang sangat lamban. Ibarat menonton film, cukup banyak bagian-bagian yang bikin ngantuk. Halaman-halamannya sendiri banyak dihabiskan pada usaha Laurel menyembunyikan sayap kelopak besar dipunggungnya agar tidak diketahui orang lain termasuk orang tuanya sendiri. Mungkin itulah sebabnya buku pertama ini di beri judul Wings.

Padahal ketika membaca sinopsis dan memutuskan untuk membeli buku ini, kita mengharapkan polesan dunia fantasi yang banyak. Keajaiban dunia peri dan petualangan Laurel di dalamnya. Tapi sangat disayangkan keajaiban dunia peri —Avalon—didapat hanya dari informasi tokoh seorang Tamani. Jadi sama sekali Laurel belum masuk ke dalam dunia itu sendiri. Hhehe…

Aku sendiri berpendapat bahwa A. Pike terkesan mengulur-ulur “dunia ajaib”nya agar bisa berseri.

Yah jika kamu berharap bisa langsung terlibat dalam petualangan dunia Avalon maka kamu harus bersabar untuk mendapatkannya (mungkin) di buku dua yang berjudul Spells.

Selain itu, A. Pike sendiri kurang fokus pada deskripsi suasana. Padahal setting yang dideskripsikan dengan baik akan sangat membekas di benak pembaca. Contohnya saat Laurel menghadiri pesta kostum dengan mengambil tema sebagai peri. Saat itu aku menunggu-nunggu tema apa yang dipakai Chelsea malam itu. Oke lah… jika A. Pike lupa, tapi paling tidak dia bisa menggambarkan beberapa kostum yang dipakai para siswa lainnya malam itu. Yah . . .Sekedar menggambarkan suasana di pikiran pembaca agar tidak menerka-nerka. Tapi apa mau di kata sampai topik ini selesai A. Pike sama sekali tidak memberi informasi apapun mengenai kostum peserta pesta.

Bagiku ini sangat mengurangi ketelitian sebuah novel. Dan sayang sekali aku harus mengurangi 1 bintang lagi karena hal tersebut.

Konflik klimaks novelnya pun kurang “nendang” , kurang ajaib bisa dibilang. Ini Benar-benar hanyalah sebuah cerita pengantar untuk 'inti cerita yang sebenarnya' yang disimpan untuk buku selanjutnya. :(

Tapi terlepas dari itu semua, Percayalah, jika kamu adalah orang yang benar-benar pencinta cerita fantasi, aku yakin kamu tetap bisa menikmatinya dengan kesabaran mengabaikan “kelemahan-kelemahan kecil” dari novel ini. Tambahan Setengah bintang buat ide pengelompokkan peri-perinya ke dalam empat musim!<:-P











 
My Rank for this book :

Jumat, 05 April 2013

Kembalinya Kegemaran yang Terlupakan Bag. II (9R4m3d14)



Ngomong-ngomong, komunitas pecinta buku ini ternyata lumayan menginspirasiku. Dulu aku suka ngiler jika melihat buku-buku menarik yang terpajang di etalase toko. Mengangkat buku itu, membelai lalu membaca sinopsinya yang ada di bagian belakang. Tapi pada akhirnya kukembalikan lagi buku yang masih terbungkus rapi itu ke tempatnya semula karena aku tahu aku belum bisa memilikinya. Uang yang ada sekarang tidak bisa aku belanjakan seenaknya, karena sebagai siswa masih ada keperluan lain yang lebih “primer” yang harus dipenuhi. Dengan perasaan getir yang tertahankan, kupaksakan melupakan perasaan suka itu.

Musim pun berganti dan sekarang aku sudah disibukkan dengan rutinitas baru sebagai seorang karyawan swasta. Tapi anehnya tidak pernah sekalipun aku berkeinginan untuk mewujudkan “hasrat” yang terpendam itu. Apa mungkin karena terlalu lama aku mengubur rasa itu hingga membuatku lupa akan kegemaranku? Atau mungkin karena kesibukanku dalam memperbaiki kebutuhan-kebutuhan primerku yang terbengkalai sewaktu sekolah hingga tak terbesit untuk mulai mewujudkan mimpi-mimpi yang terpendam?

Aku tak tahu, tapi yang pasti setelah terlibat dalam kegiatan pecinta buku di Hotter Potter event ini, secara tidak langsung “mereka” mengingatkanku kembali akan “selera” membacaku. Melihat kelihaian mereka dalam merangkai kata merupakan bukti nyata bahwa membaca dan membeli buku tidak pernah salah!

“kenapa tidak terpikir olehku lebih awal setelah sekian lama aku menahannya? Dengan gajiku sekarang seharusnya aku bisa menyisihkan sebagian untuk “membayar” hobby yang aku sukai itu!"

Benar, jika aku memang harus “bersenang-senang” dengan buku maka sekaranglah saatnya. Sudah terlalu banyak buku “manis” yang aku lewatkan dan aku tidak mungkin melewatkan lebih banyak lagi. Umurku terus bertambah, jika sebagian uang, waktu dan kesempatan ingin kugunakan untuk membaca maka sekaranglah saatnya. Sebelum aku menikah lalu disibukkan dengan urusan anak dan keluarga.

Maka dengan tekad bulat, aku menetapkan dalam hati bahwa kedepannya akan selalu ada buku di rumah yang menunggu untuk dibaca. Dan hal itu akan menjadi mungkin jika setiap bulan aku membeli buku baru tentu saja. “Oke Not Bad!” pikirku.

Aku juga teringat bahwa ternyata semenjak Gramedia hadir di Gorontalo, belum pernah satu bukupun yang aku beli darinya. Oh Men.. How bad I am! Tidak sadarkah aku bahwa tidak semua daerah punya toko buku Gramedia yang “asli”? Seharusnya aku bersyukur bisa membeli buku-buku bagus dari “toko bagus”itu.

“Aduh lama banget gajian!” Ujarku saat melihat lembaran kalender yang menempel di dinding. Saat itu bertepatan tanggal 22 Februari dan itu artinya 6 hari lagi baru gajian. Jika di waktu-waktu biasa 6 hari dianggap semakin dekat, maka saat mengharapkan sesuatu malah membuatnya menjadi terasa lama.

Hasratku sudah sangat membuncah! Ibarat dahaga ingin segera disiram dengan air dingin sesejuk embun, dan air itu adalah buku! Buku yang aku rindukan! Buku yang sempat aku tengok di etalase Gramedia saat jalan-jalan di Mall Gorontalo dan sekarang seperti memanggil-manggilku kembali dari kejauhan.

“I Can’t take it any longer!” Ujarku. “Maafkan aku ATM, aku sepertinya tidak bisa menunggu untuk gajian. Rasanya sudah terlalu lama aku menahan ini, Besok mungkin saldomu harus berkurang demi aku, si empu mu yang lagi “galau”!

Akhirnya aku tidur malam itu dengan penasaran menunggu kejadian esok hari yang bakal menjadi titik balik sejarah dalam hidupku! WOOOH LEBAY! HEHEH

***

KKuruyuukkk…!!! Suara ayam berkokok, membangunkanku dari tidur panjangku.. eh tidak! Sepertinya bukan begitu karena aku tidak terbangun dengan suara kokok ayam. Aku mungkin terlalu terinfluence oleh kata-kata buku.  Mungkin seperti ini:

Seberkas sinar matahari jingga yang hangat menyeruak melalu celah jendela kamarku, jatuh tepat di wajahku. Karena mendadak pelupuk mataku menjadi terang, aku pun terjaga dan mengerjap-ngerjap berusaha membuka mata. Tapi yang terjadi malah aku memutar tubuhku membelakangi sinar itu dan memeluk lagi gulingku. Yah… dia malah tidur lagi! BANGUN DODOL! GAK INGAT APA.. HARI INI KAMU BAKAL MEWUJUDKAN MIMPI-MIMPIMU???

Oh.. iya.. segera saja aku menegakkan tubuhku masih dengan mata terpejam ku buka jendela-jendela itu, memberikan jalan bagi sinar-sinar itu untuk masuk lebih banyak lagi ke dalam kamarku. Aku suka sekali pemandangan di pagi hari. Warna-warna yang aku lihat dibalik jendela terasa jelas dan terang. Seperti baru dicuci kembali oleh embun semalam.

Kulakukan ritual pagiku seperti biasa, dan setelah berdandan yang sepantasnya, segera saja ku genjot motorku melaju membelah kota Gorontalo yang tercinta. Rencanaku hari itu adalah menuju Mesin ATM terdekat  kemudian meluncur ke Gramedia yang tidak berapa jauhnya dari lokasi ATM tersebut.


Pukul 10 Pagi aku sudah berada di mesin ATM. Setelah memegang  uang yang dirasa cukup kulanjutkan perjalanan menuju Gramedia. Hawa dingin yang keluar dari Air Conditioner Mall menyapu kulitku saat melangkahkan kaki di pintu masuk Mall Gorontalo. Agak canggung juga sih melihat orang-orang di sekitar menatapku seakan-akan mereka bisa menebak maksudku ke Mall itu. Setelah menaiki tangga eskalator ke lantai dua akhirnya aku tiba juga di depan gerbang Toko Gramedia.
Ah.. kini buku-buku itu tampak lebih  indah sekarang. Mungkin karena  aku akan segera memiliki satu dari sekian itu. Aku menyusuri rak-rak buku dan segera saja aku sudah berada di seksi Novel.

Kuperhatikan satu persatu cover-cover buku yang ada disitu. Tidak jarang aku mengambilnya untuk membaca sinopsis yang berada di belakangnya. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah buku bercover biru yang aku kenal. Karena sebelumnya aku memang telah berselancar di situs Gramediaonline.com untuk mencari referensi buku apa yang layak menjadi buku “pertama”ku.

Terlalu mengada-ada jika ini disebut buku pertama karena sebelumnya aku sudah punya buku Ketika Cinta bertasbih, Di atas Sajadah Cinta, dan Change Now! Jurus Dahsyat Muslim Huebat (BookMagz).


Buku yang aku lihat itu berjudul Raphael. Aku tertarik setelah membaca sinopsisnya yang mengetengahkan kehidupan tokoh bernama Leo yang hampir mirip dengan kondisiku saat ini. Memiliki karier yang biasa-biasa saja, susahnya bergaul dengan orang, hubungan dengan orang tua yang kurang harmonis dan lain-lain. Merasa aku dapat memetik sesuatu darinya, akhirnya terpilihlah buku Raphael buah karya Yuki Rustam menjadi buku pembuka Hobi yang terlupakan.

Merasa puas dengan pilihanku itu, akhirnya aku meninggalkan Mall Gorontalo dengan langkah ringan menuju parkiran motor. Dalam perjalanan pulang aku hanya tersenyum dan merasa tidak sabar ingin segera menyelami cerita Novel baruku tersebut.
***