Kamis, 25 Oktober 2012

Latihan Ringan Menyehatkan di Rumah

Hi sobat... apa kabarnya hari ini? Kali ini aku ingin berbagi sedikit informasi tentang Latihan Ringan Yang Menyehatkan di Rumah.
Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Apalagi dengan gaya hidup sehat itu kita juga bisa mendapatkan nilai tambah (added value) berupa tubuh yang indah & 'sexy' :D

Untuk mewujudkan itu semua tentulah tidak bisa didapatkan dengan instan. Diperlukan usaha & semangat dari dalam diri kita yang harus dilakukan secara disiplin & berkesinambungan.

Beberapa hal yang sudah kita ketahui bersama dalam mewujudkan hidup sehat itu antara lain rajin berolahraga, makan makanan yang bergizi, menghindari rokok, tidur yang cukup, perbanyak minum air putih & masih banyak lagi. Beberapa hal memang terlihat sepele tetapi sebenarnya berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh kita.

Seperti halnya berolahraga, terkadang kita tidak memiliki cukup waktu luang untuk melakukannya karena mungkin disibukkan dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari. atau Mungkin pula kita belum siap mengeluarkan biaya demi berlangganan di pusat-pusat kebugaran (Gym). Akibatnya tubuh kita kurang bergerak & kalori yang kita konsumsi tidak terpakai lalu mengendap di dalam tubuh. Ketidakseimbangan inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya berbagai macam penyakit. Dimulai dari obesitas, rasa capek, malas, mengantuk hingga akhirnya gangguan fungsi-fungsi organ tubuh tertentu. Tentu kita tidak mau kan di usia muda tetapi gerakan seperti kakek-nenek. 8-X

Oleh sebab itu kali ini aku ingin berbagi informasi mengenai latihan ringan yang aman, efektif yang dapat dilakukan di rumah & pastinya menyehatkan. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun karena yang perlu anda lakukan hanyalah mendownload video berikut ini dari youtube lalu mempraktekkanya di rumah.
Let's start it!
1. Bagian tubuh pertama yang akan kita latih adalah bagian bokong. Siapa sih yang tidak ingin punya bokong indah, bulat & kencang?

Andrei Andrei & Kristina Dimitrove pemilik bokong terindah




Nah latihan ini cuma butuh waktu 8 menit yg di bagi dalam 2 menit pemanasan (warm up) & 3 gerakan inti. Gerakannya sangat simple, nice & easy. So tidak perlu khawatir tubuh kita bakal cedera nantinya. Aku suka melakukannya di pagi hari sebelum sarapan atau di sore hari. Lumayan bikin berkeringat juga loh <:-P

2. Abs (otot perut)
Tanpa sengaja bagian bawah baju kita tersingkap & gadis yang berdiri di depan kita melihat otot perut kita yang six pack. Wow bisa-bisa ga napas for a while tuh >:).

Menganggumkan bukan? Hal itu tidak bakal terjadi jika perut kita biasa-biasa saja atau bulat bahkan buncit. Nah untuk itu perlunya melatih otot perut kita biar kuat & bertekstur six pack.


Seperti biasa latihan ini cuma butuh waktu 8 menit tetapi lebih menguras keringat dibanding video pertama tadi. Dibagi dalam 9 gerakan inti.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan latihan ini adalah melakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot tidak kaget. Biasanya aku melakukan latihan ini setelah melakukan buns work out di atas (karena ada pemanasannya).

Bagi pemula mungkin sedikit kaku pada awalnya tetapi jangan khawatir, semua latihan ini dijamin aman, efektif & menyenangkan.

Sebagai informasi tambahan latihan abs memicu urat-urat punggung kita yang selama ini kaku. Rasa nyeri yang ditimbulkan membuat kita tidak bisa mengikuti gerakan secara total. Tetapi rasa nyeri urat bisa dihilangkan dengan terapi massage (urut). Datangilah pakar-pakar massage yang anda ketahui (massage tradisional malah lebih bagus) & lakukanlah pemijatan seluruh badan. Setelah beberapa hari & anda sudah merasa bugar, anda dapat melanjutkan latihan & dijamin bebas dari nyeri kaku urat punggung lagi.

So sehatnya dapat, sexynya pun dapat!
Selamat mencoba! B-)

Jumat, 12 Oktober 2012

Java Island Dalam Pandangan Anak Seberang

Belakangan ini aku baru mengetahui bahwa orang-orang Jawa Timur itu adalah jawa yang benar-benar jawa. Kalau anak alay bilangnya 'Jawa tingkat Dewa' hihi. Sepertinya di sinilah sari pati 'Zat Jawa' yang paling murni terkandung.


Bagi orang yang tidak tinggal di pulau Jawa & jarang ke sana, pastilah memandang orang Jawa itu sama saja. Mulai dari ujung barat Jakarta sampe ujung timur pulau jawa tetap disebut orang Jawa. Cuma karena semakin dewasa & akses informasi yang semakin mudah orang-orang semakin tahu spesifikasi dari daerah-daerah di Pulau Jawa.

Monas

Seperti Ibu Kota Jakarta walaupun berlokasi di Barat pulau Jawa tetapi penduduk aslinya disebut orang Betawi yang ternyata sama sekali berbeda dengan orang jawa. Perbedaan itu terletak dari sisi bahasa, adat & budaya. Orang-orang Betawi ini bahkan memiliki aksen yang berbeda dengan orang jawa saat berbicara dalam Bahasa Indonesia.

Orang Betawi

Merekalah pemilik asli kata 'gue' 'elu' yang disebut-sebut bahasa Gaoel getho! hehe Terus sapaan khas untuk Laki adalah 'Abang' & untuk ceweknya 'None' . Nah nantinya ini akan memperjelas Kata Sapaan yang tepat untuk setiap daerah. Kadang-kadang kita suka bingung tuh kapan kita pakai abang, akang atau mas kan?

Terus kita bergeser sedikit ke arah Timur ada yang namanya Jawa Barat. Provinsi yang beribukotakan Bandung ini ternyata disebut suku Sunda.
Gedung Sate

Bahasa & budayanya pun berbeda. Merekalah pemilik sapaan 'akang' ama 'eneng' hehe lucu ya.. Oh ya dengar-dengar pula Kota Bandung ni terkenal dengan eneng-enengya yang gelis-gelis atau cantik pisan euy! Aku sih tidak bisa memastikan cuma sampai saat ini yang ku lihat artis-artis asal Bandung memang memiliki paras yang cantik. :)

Ayo tebak siapa?


Lanjut lagi tetap ke arah Timur terdapat Provinsi Jawa Tengah. Nah di sini nih mulai terasa nuansa Jawanya. Tetapi karena belum pernah kesana aku tidak bisa menggambarkan jawa mereka itu seperti apa. Yang aku tau ibukotanya adalah Semarang, itu saja.

Dan nampaknya semakin kita ke Timur energi dari makhluk Astral ini semakin kuat (loh kok? kebanyakan nonton 'Masih Dunia Lain' sih hehe Maaf ^_^) Maksudnya semakin ke Timur Jawanya itu makin terasa kental. Hingga akhirnya sampai di Provinsi Jawa Timur anda akan berada di markas besarnya orang Jawa.
ikan Sura dan Baya (buaya)

Disinilah ibaratnya Ibu Kota bagi orang Jawa. Provinsi yang beribukota kan Kota Surabaya ini memiliki penduduk yang bisa berbahasa jawa semua. Mulai dari anak kecil hingga lansia. Katanya kalau tidak berbahasa Jawa maka dianggap tidak 'sopan'! Oleh karena itu aktivitas harian mereka selalu pakai bahasa jawa baik bekerja, bersekolah, berbelanja dan lain sebagainya. Bahkan etnis Tiong Hoa yang lahir disini langsung bisa berbahasa Jawa. Mungkin karena lingkungan yang sangat mendukung kali membuat mereka ter-influence. Ketika mereka berbicara dalam bahasa Indonesia sekalipun kita dengan mudah bisa menebaknya. Karena aksen 'British' (baca: Medo') mereka begitu kental. Merekalah pemilik asli sapaan 'Mas' untuk Laki & 'Mba' untuk pere.

Trus di Pulau Jawa ada lagi tuh namanya Suku Madura.


Meskipun lokasinya di Ujung Utara Surabaya tapi toh aksennya berbeda dengan orang Jawa. Yang aku tau Bahasa Madura mempunyai lafal sentak dan ditekan. Ta'ye ta'ye gitu. Trus sapaannya khasnya apa ya? Kacong & Cebbing bukan ya? Heheh


***

Kamis, 04 Oktober 2012

Kacang Kulit Lima Ribu

 "This isn't about you want to eat peanuts, but this is about how you respect their effort to survive with halal way!"




Siang itu udara begitu panas saat aku mendorong kendaraanku keluar menuju jalan raya. Motor Mio Sporty Tipe Jari-jari langsung saja ku nyalakan tanpa menunggu waktu lama. Hari itu aku hendak mengambil gaji bulananku yang ditransfer melalui rekening bank di sebuah ATM di pusat Kota Gorontalo. Kebutuhan harianku yang mulai menipis membuatku bersemangat ingin segera berbelanja saja.
Motorku melaju dengan kecepatan sedang sambil sesekali menyalip kendaraan yang berjalan lambat. Aku bukanlah tipe cowok yang suka ugal-ugalan apalagi ngebut-ngebutan tidak jelas. I love my body and never thought to break it! Aku hidup teratur & cenderung kaku terhadap aturan. Termasuk dalam hal pengeluaran uang sebisa mungkin menyisakan sebagian gaji untuk ditabung. Karena aku yakin tabungan akan sangat berguna di masa depan.

Perjalananku siang itu lancar-lancar aman-aman saja hingga aku melewati seorang wanita paruh baya tengah berjalan sambil menenteng tas anyaman besar ditangannya. Melihat teriknya cuaca saat itu, tidak mungkin aku mau melakukan perjalanan kaki seperti itu. Tetapi Si wanita tanpa keraguan mengayunkan langkahnya, mampir dari rumah satu ke rumah lain menawarkan dagangannya. Dari penampilannya segera bisa ku tebak dia adalah penjaja kacang keliling.


Ada rasa iba & ingin membeli panganannya itu tetapi komitmen untuk berhemat membuatku tetap menarik gas melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa meter berlalu entah kenapa pikiranku masih tetap teringat si wanita penjual kacang tadi. Seperti ada bisikkan bahwa aku telah melewatkan sebuah kesempatan. Aku teringat pula si Ibu Penjaja kacang rebus yang suka mampir di rumahku. Dia datang tidak terlalu sering bisa dua atau tiga bulan sekali. Tetapi aku sangat jarang membelinya. Alasannya simple saja "aku belum suka makan kacang, aku sudah beli kacang kemasan di Supermarket, mending uangnya buat beli yang lain yang lebih kubutuhkan, biasalah berhemat!" & Si ibu penjual biasanya mengobrol singkat dengan ibuku sebelum akhirnya pamit melanjutkan perjalanan.

Tiba-tiba aku seperti tersadar bahwa mereka bukanlah sekedar menjual kacang, mereka lebih kepada mempertahankan izzah atau harga diri mereka dalam mempertahankan hidup. Berapa kilo kacang yang bisa mereka bawa dengan tubuh rapuh seperti itu? Berapa rupiah yang bisa mereka kumpulkan dari sejumlah kacang itu? Mereka harus melakukannya dengan berjalan kaki, tak perduli cuaca panas ataupun hujan, setimpalkah dengan uang yang mereka dapatkan? Gajiku sebagai karyawan swasta memang tidak seberapa tetapi dengan itu aku masih bisa melunasi kreditan motorku, masih bisa memenuhi kebutuhan hidup & aku mendapatkannya tanpa harus melakukan perjalanan kaki di bawah terik matahari seperti itu.
Kenapa tidak bisa ku bagi sedikit saja rezekiku kepada orang-orang seperti ibu-ibu penjual ini? Melihat kondisi mereka, seharusnya aku tetap membantu mereka sekalipun mereka datang untuk meminta. Tetapi ibu-ibu ini tahu betul akan pentingnya harga diri, pentingnya perintah agama untuk bekerja, mendapatkan rezeki yang halal. Sehingga walaupun pekerjaan itu terlihat berat toh tetap mereka lakoni.

Ya... seharusnya aku lebih menghargai & menghormati itu. Menghargai kerja keras, ibadah pekerjaan mereka & pantang meminta-minta itu. Mereka ibarat malaikat yang bertamu mengetuk pintu hati kita yang paling dalam dengan berkedok menjual kacang tetapi pada hakikatnya mereka ingin mengambil rezeki mereka yang Allah titipkan kepada kita. Selama ini aku memang buta, selama ini aku memang childish, tetapi hari ini aku tidak mau dibutakan lagi. Sudah saatnya kedewasaan menuntunku menguak misteri kehidupan. Bahwa melihat sesuatu hal bukan dari apa yang nampak, bukan dari kulitnya, tetapi melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ibrah yang terkandung dari setiap peristiwa adalah dasar dalam pengambilan keputusan. Itulah pola pikir kedewasaan yang pada akhirnya membawa pada kebijaksanaan.

Dengan perasaan haru, ku putar lagi motorku kembali ke arah jalan yang kulewati tadi. Bagaikan mencari anak yang hilang aku menoleh ke setiap rumah berharap menemukan si ibu penjual kacang. Tuhan yang Maha Baik ternyata tidak mempersusah jalanku. Kulihat si ibu beranjak keluar dari sebuah rumah yang penghuninya belum tertarik membeli kacangnya.

"Bu, jualan kacang rebus ya?" Tanyaku sedikit mengeraskan suara karena mesin motorku yang masih menyala.
"Bukan mas, ini kacang kulit." Jawab si ibu sedikit tersenyum. Ah senyum itu tetap segar walau matahari tengah melayukan bunga-bunga.

Tenggorokanku yang kering seperti tidak tertarik dengan kacang kulit yang kering itu. Tapi..
This isn't about you want to eat peanuts, but this is about how you respect their effort to survive with halal way!
Itu yang ku yakinkan sekali lagi di hatiku.

"Ok bu, saya beli lima ribu saja ya, kirain tadi kacang rebus, boleh ya?"


Si ibu mengangguk & langsung menyeduk takarannya. Ku matikan mesin motor lalu menghampirinya.

Setelah kubayar, si ibu mengucapkan terimakasih & langsung meneruskan perjalanan. Aku berharap sumbangsih yang tak seberapa ini bisa memperkuat kembali kakinya melangkah. Bahwa rezeki Allah selalu ada untuk orang-orang yang sabar dalam berusaha. Aku berdoa semoga jualannya senantiasa laku terjual karena aku sadar mungkin ada anak-anaknya yang menunggu sesuap nasi. Anak-anak yang penuh semangat bersekolah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.



"Terima kasih juga bu." Jawabku dengan senyum kebahagiaan. "Terima kasih pula atas pelajaran yang kau tunjukkan hari ini." batinku


Ku lanjutkan perjalananku saat itu dengan perasaan lega. Aku mewujudkan keinginananku berbelanja kebutuhan harian. Kacang yang kubeli kusimpan dulu di bagasi motor untuk ku makan bersama keluarga.

Tetapi Subhanallah, kacang seharga lima ribu itu menjadi makanan paling enak begitu tibanya di rumah. Semua anggota keluarga yang mencicipi, memuji akan nikmatnya kacang kulit itu. Mereka bercerita ketika membeli kacang kulit dulu kadang rasanya tawar saja. Aku tersenyum saja & bertanya-tanya dalam hati apa ini ada hubungannya dengan gejolak spiritual yang kualami tadi? Akhirnya Hatiku menjadi tambah tenteram, kacang 5.000 membawa kehangatan & gelak tawa di tengah keluargaku.
& aku berjanji pada diriku sendiri akan selalu membeli bila Si ibu penjual kacang rebus datang mampir lagi kerumahku.

***