Jumat, 29 November 2013

Telaah Buku Shatter Me By Tahereh Mafi



Buku ini "lucu" banget. Melelapkan dan membosankan di awal tapi penuh gairah dan menyegarkan di akhir. Melelapkan karena terlalu banyak metafora dan hyperbola yang terlalu lebay berlebihan yang terkadang terasa membuang waktu. Kamu bisa membayangkan untuk ilustrasi terkesiap dan menganga, kamu disuguhkan kalimat rahangku menempel di kakiku. Hhehe
Dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk menjelajahinya terutama dari awal hingga kira-kira 3/4 isi buku tapi 1/4 selanjutnya terasa mudah. Bayangkanlah kalimat "kegelapan mencekikku" atau "Jantungku diisi oleh bunga-bunga lili yang bermekaran di bawah selembar kaca, menggelepar berusaha hidup bagaikan tetesan air hujan" sejenis itulah.
Yang aku suka dari buku ini adalah endingnya. Entahlah apa ini memang karakter buku atau strategi bisnis mereka. Tapi ending "menyegarkan" ini mampu mengubah keputusanku seratus delapan puluh derajat dari mengalah untuk tak melanjutkan ke jenjang berikutnya (pernikahan kale!) menjadi antusiasme, semangat dan penuh harapan untuk segera membeli buku kelanjutannya.

Mungkin aku bisa cerita sedikit mengapa sampai mau mencopot buku ini dari rak gramedia.
Pertama lihat deh covernya, menurutku itu exclusive. Sampul yang dibaluri sejenis kertas hologram menjadikannya elegan dan terkesan mahal (aku gak tahu kalo versi englishnya hologram juga) padahal kenyataanya harganya memang mahal juga Hhehe (tergantung wilayah).

Yang kedua sinopsisnya, baca deh:

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.
Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.
Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?


Intinya ceritanya mengingtkanku pada kisah X-Men yang memang adalah film favoritku. Gak kartun atau Movienya semua aku suka. Semua aku koleksi.

Yang ketiga teknik penulisan yang melibatkan strike-through.
Sungguh hal baru (bagiku) dalam penulisan sebuah novel. Yang fungsinya untuk menyatakan perasaan terdalam yang jujur yang ingin disampaikan oleh tokoh utama Juliette tapi berubah kalimatnya menjadi normal dan berperikemanusiaan begitu keluar dari mulut.

Dari beberapa poin di atas cukup untuk menarik pembeli mencoba sentuhan gaya baru penulisan Tahereh Mafi.
Seperti dikutip dari quote pembukanya :

Dua jalan bercabang di sebuah hutan, dan aku —aku mengambil jalan yang tidak terlalu sering ditempuh, itulah yang menjadikan semuanya berbeda.
—ROBERT FROST, The Road Not Taken

Good job Tahereh!
Ngomong-ngomong soal sang penulis, Tahereh ini sejatinya seorang muslim loh! Bahkan berhijab tapi tinggalnya di Amerika tepatnya California. Karena seorang muslim inilah membuat dia banyak menerima semacam "sorotan negatif" dari pembacanya yang menilai bukunya ini terlalu banyak ciuman! Oh God!
Dan sebagai awal, Shatter Me cukup mempesona. Menurutku Mafi cukup cerdas memainkan peran setiap karakternya. Aku menangkap ada ketelitian dalam memunculkan naluri di setiap tokoh ceritanya sehingga tergambar sangat natural tiada kesan dibuat-buat. Sementara membaca ini aku teringat JK Rowling yang juga sangat mahir memainkan peran para tokoh.


Di Indonesia buku ini diterbitkan oleh Mizan Fantasi. Mizan fantasi sendiri memiliki slogan:

Mengajak pembaca untuk menjelajahi kekayaan dan makna hidup melalui cerita fantasi yang mencerahkan, menggugah dan menghibur.

Jadi tidak hanya menawarkan fantasi yang melayang-layang ke nirwana tetapi sarat akan makna yang dapat dipetik.
Percaya tidak percaya mataku sedikit berkaca-kaca membaca sejarah hidup Juliette lewat penuturan tokoh Adam yang tidak pernah meminta apa-apa dari siapa-siapa tapi tidak ada yang pernah memberikan kesempatan padanya.
Owkehhh

 

 My Rank for this book:

 


Sabtu, 04 Mei 2013

[Hotter Potter Reading Event 2013] Telaah Buku Empat Harry Potter and The Goblet of Fire

“Hanya karena perlu tiga tahun bagimu untuk menyadari bahwa aku cewek, Ron, tidak berarti bahwa tak ada orang lain yang menyadarinya.”

Yeah.. itu adalah kalimat “cettarr!” Hermione yang paling aku suka di buku ini. Dalem,,, kena banget! hhehe.

Di tahun ke empat ini rupa-rupanya kehidupan Harry Potter CS mulai diusik oleh persoalan-persoalan  yang banyak melibatkan perasaan. Ceritanya sudah semakin kompleks,  karena tidak hanya berkutat pada petualangan Harry melawan kejahatan Pangeran Kegelapan saja melainkan juga sudah mulai diusik oleh permasalahan seputar “hati”.

Dan harus aku akui buku ini sangatlah tebaaal… dan butuh waktu yang lamaaa.. untuk menyelesaikannya. Jika kamu membutuhkan sebuah buku untuk dinikmati dalam jangka waktu yang panjang maka buku ke empat Harry Potter and The Goblet of Fire adalah pilihan yang tepat.

Harry Potter and The Goblet of Fire

Harry Potter dan Piala Api

 

Tidak hanya para tokohnya yang mulai “dewasa” , bentuk penulisan novelnya pun sedikit mengalami perubahan. Tidak seperti biasanya, kisah dibuka oleh profil orang ke tiga yang cukup membuatku “mengernyitkan dahi” apakah aku salah membaca novel? Karena kita sudah dibiasakan oleh pembukaan novel dengan bersetting Privet Drive dimana Harry menghabiskan libur musim panas di rumah pamannya —Mr. Dursley.

Kisah liburan Harry pun diceritakan lebih banyak pada buku empat ini. Hal ini dikarenakan 1 minggu sebelum kembali ke sekolah, di dunia sihir sedang dilangsungkan acara besar ‘Piala Dunia Quidditch’ dan Harry tentu saja harus menyaksikan momen akbar itu. Cukup banyak hal-hal baru yang disuguhkan di Piala Dunia Quidditch dan pastinya ajaib. Seperti penampilan maskot Tim-tim Nasional peserta piala dunia menghadirkan makhluk Leprechaun & Veela. Leprechaun adalah kurcaci kecil dalam dongeng yang dipercaya menyembunyikan emas di ujung pelangi. Terang saja di akhir penampilannya, Leprechaun menghujani tribune dengan koin emas yang langsung menjadi rebutan penonton. Sedangkan Veela adalah perempuan yang sangat cantik memiliki kulit yang bercahaya seperti bulan dan rambut mereka melambai ke belakang tanpa tiupan angin. Aura ini menjadi semacam hipnotis kepada penonton terutama kepada kaum laki-laki sehingga cukup menghilangkan setengah kesadaran mereka.

Selain perhelatan akbar piala dunia Quidditch, kita juga dimesmerized dengan informasi baru yakni profil sekolah sihir yang lain selain Hogwarts. Aku pribadi juga merasa ‘kekaguman’ yang pernah  aku rasakan saat buku pertama kembali terasa di buku empat ini karena adanya sekolah lain ini yaitu Beauxbatons & Durmstrang. Walaupun kemudian, sekolah-sekolah ini memiliki ciri yang cukup berbeda dengan Hogwarts. Ada yang tempatnya sederhana tapi pelajaran-pelajarannya banyak memberi tekanan pada ilmu hitam. Ada yang murid-muridnya sangat kaku terhadap aturan tapi memiliki kastil yang sangat “cantik”. Semuanya di informasikan secara tersirat melalui buku ini.

Nilai kehidupan yang  paling sarat akan makna menurutku adalah kebesaran hati seorang Mrs. Weasley. Perempuan bernama lengkap Molly Weasley ini memberi kita teladan yang cukup tentang arti sebuah penerimaan. Ia dengan ikhlasnya memilihkan Jubah Pesta terbaik untuk Harry karena Harry mampu membelinya.  Sebaliknya cukup membeli Jubah Pesta "second" untuk anaknya sendiri— Ron, karena keterbatasan ekonomi. Padahal dia sendirilah yang datang mengambilkan uang Harry di bank Gringotts karena Harry harus ikut suaminya menonton Piala Dunia Quidditch.Tetapi itu tidak lantas membuatnya merasa berjasa —jangankan meminta upah, sekedar meminjam saja dia tak rela.
Bisa kita bayangkan, bagaimana mirisnya hati Mrs. Weasley saat berhadapan dengan gantungan-gantungan Jubah Pesta beraneka ragam dan warna di toko Madam Malkin. Sebagai orang tua pastinya dia ingin sekali memberi jubah terbaik untuk anaknya sebagaimana milik Harry. Dia juga tahu persis akan reaksi Ron ketika menerima Jubah "second" nantinya. Tapi apalah daya.. untuk apa memaksakan sesuatu yang sangat "sepele" tentang persoalan "gengsi". Toh pada akhirnya kenyataan ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi Ron ketika tiba giliran dia menjadi orang tua.


Mrs. Weasley, Honored for her

Pertengkaran-pertengkaran kecil masih tetap mewarnai perjalanan persahabatan “3 Sekawan” (Harry, Ron dan Hermione). Tapi entah ini disengaja atau tidak, aku seperti melihat adanya pola pada tokoh yang “bertengkar” ini. Di buku empat ini misalnya akhirnya (oopss maaf kalau spoiler) persahabatan Ron & Harry harus renggang. Meskipun Hermione berusaha keras mendamaikan, akan tetapi  pertengkaran ini berlangsung cukup lama bahkan satu sama lain berusaha untuk tidak saling berbicara. Melihat kejadian ini, jelas membawa ingatanku  pada jenis pertengkaran yang sama di tahun sebelumnya yang kali itu melibatkan Hermione & Ron. Tentu kita masih ingat bagaimana hewan peliharaan Hermione —Crookshanks yang berusaha “membunuh” Scabbers membuat kedua sahabat karib ini harus melewatkan berminggu-minggu lamanya untuk tidak saling berbicara. Dan jika aku tidak salah ingat pula, Hermione pernah marah kepada keduanya di buku satu hingga membuatnya mengurung diri di kamar mandi sebelum Troll gunung yang mengamuk mendapatinya sedang menangis di dalam. Jadi disini terkesan JK Rowling menukar-nukar tokohnya untuk memunculkan konflik.


Berbicara masalah pola, hal ini berlaku pula pada partner Harry dalam menghadapai petualangan klimaks di setiap novel.  Jika di buku dua Harry ditemani Ron dalam petualangan di kamar rahasia karena Hermione membatu, maka di buku tiga Harry ditemani Hermione dalam petualangan menggunakan time turner karena Ron masih dirawat di rumah sakit karena kakinya patah. Tetapi di buku satu, mereka semua terlibat dalam petualangan mencari batu bertuah. :)Cukup logis!

THE CHARMING OF MAGICAL WORLD


Meskipun tebal tapi tidak banyak benda baru yang hadir menghiasi buku ini. Aku tidak heran karena sebagian besar halaman banyak mengkisahkan usaha Harry dalam menyelesaikan setiap tugas turnamen Triwizard.

  1. Portkey

Portkey adalah benda-benda yang digunakan untuk mengangkut penyihir dari satu tempat ke tempat lain pada waktu yang sudah ditentukan. Ibarat sebuah portal yang akan membuka menuju sebuah lokasi tertentu pada saat tertentu pula. Asal sudah menyentuhnya barang seujung jari maka akan bisa langsung tersedot ke dalam. Portkey bisa berbentuk macam-macam yang terpenting adalah barang-barang tersebut tidak menarik perhatian para muggle dan mereka pikir itu cuma sampah. Sehingga nantinya tidak diambil atau dipakai main oleh mereka. Contohnya bot bekas, koran bekas, kaleng minuman, dan bola sepak bocor. Karena nantinya portkey ini akan ditempatkan pada tempat-tempat strategis yang bisa dijangkau oleh banyak penyihir sekali jalan. Apakah benar cuma dipakai sekali jalan? Tapi portkey piala Harry koq bisa dipakai balik lagi ke sekolah Hogwarts?

Cuma Tante Rowling jangan sembarangan menaruh Portkey di Indonesia, bisa-bisa yang tiba di sana malah manusia-mamusia pengeruk sampah ..hehe

Anyway… Bicara soal portkey coba simak ini deh…

Mereka berdiri di sana, dalam lingkaran rapat, sementara angin dingin menyapu puncak bukit. Tak seorang pun bicara. Mendadak terlintas di benak Harry, betapa ganjil pemandangan ini jika ada Muggle yang kebetulan naik ke bukit ini sekarang... sembilan orang, dua di antaranya laki-laki dewasa, memegangi sepatu bot butut dalam keremangan subuh, menunggu...

Ingat ya.. Sembilan! Yaitu Harry, Ron, Hermione, Ginny, Si kembar Weasley, Mr Weasley sendiri, Amos Diggory dan Cedric Diggory. Sekarang lihat ini…

"Tujuh lewat lima dari Bukit Stoatshead," terdengar suara berkata.

Maksudnya tujuh orang lewat portkey lima dari Bukit Stoatshead. Aku beranggapan dua orang yang kurang adalah Weasley bersaudara (karena dikenal dengan kejahilan mereka). Berikutnya ini lagi..

Tak seorang pun yang melihat kemah ini akan mengira ini kemah milik penyihir, pikir Harry, tetapi masalahnya, begitu Bill, Charlie, dan Percy tiba, jumlah mereka akan jadi sepuluh.

Masuk akal karena tujuh ditambah tiga adalah sepuluh. Trus Weasley bersaudara kemana hayo…

Mereka ternyata muncul begitu saja saat Harry, Ron dan Hermione kembali dari mengambil air di bumi perkemahan.

"Kalian lama sekali," kata George ketika mereka akhirnya tiba kembali di kemah keluarga Weasley. "Ketemu beberapa orang," kata Ron, menaruh airnya. "Apinya belum kaunyalakan?"
"Dad lagi bersenang-senang dengan korek apinya," kata Fred.

2.    Pensieve

Harry & Pensieve


Jika kepala kita sudah terasa sangat penuh, atau ingin sejenak melupakan kejadian-kejadian tertentu untuk sekedar refreshing, maka mungkin kita membutuhkan sebuah Pensieve.
Pensieve bentuknya seperti baskom tempat menampung larik-larik pikiran, menjaganya dan dapat menghubungkan beberapa ingatan berbeda hingga membentuk sebuah hubungan kejadian. Larik-larik pikiran itu sendiri tampak seperti benang putih yang bercahaya keperakan yang dapat ditarik melalui pelipis dengan tongkat sihir. Alhasil Pensieve sendiri akan bercahaya putih keperakan oleh kumpulan larik pikiran tersebut.
Dumbledore menarik larik pikiran

3.    Mythical Creatures


  • Winged Horse
Winged Horse atau Kuda Sembrani adalah seekor kuda berukuran raksasa dan bersayap. Kuda terbang yang juga terkenal dengan nama Pegasus ini muncul sebagai hewan penarik kereta delegasi Beauxbatons untuk menghadiri turnamen Triwizard yang diselenggarakan di Hogwarts.
 

  • Mermaid
Ini adalah makhluk favorite keduaku setelah Centaurus. (heheh mirip anak TK ya.. idolain Putri Duyung). Unfortunately, duyung-duyung disini tidak indah seperti yang kita kenal. 
Duyung-duyung itu berkulit keabu-abuan dan rambut mereka panjang, berantakan, berwarna hijau tua. Mata mereka kuning, seperti juga gigi mereka yang patahpatah, dan mereka memakai kalung tali tebal dengan untaian kerikil di sekeliling leher mereka.

Ternyata selama ini mereka hidup di dalam Danau Hitam di kompeks sekolah Hogwarts.

Mermaid sesuai imajinasiku


Mermaid sesuai Novel
 
Kecewa banget dengan Mermaid ala film :(


Mermaid era Digital


Mermaid cowok namanya Mermen!




THE GOBLET OF FIRE


Di tahun ke empat ini akan diadakan sebuah acara besar di Hogwarts. Sebuah kompetisi persahabatan antar tiga sekolah sihir ternama—Hogwarts, Beauxbatons & Durmstrang. Acara ini bernama Turnamen Triwizard. Turnamen ini sebenarnya adalah turnamen lama yang baru dibuat kembali karena banyaknya memakan korban jiwa dalam perhelatannya. Dengan meyakinkan adanya perbaikan tingkat pengamanan yang semakin baik, akhirnya acara ini kembali mendapat persetujuan Kementrian Sihir untuk diselenggarakan. Dan kali ini Hogwarts lah yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah atas dua sekolah lainnya.

Selain  pengamanan yang semakin ditingkatkan, pembatasan usia peserta kompetesi juga diperlakukan. Yang berhak memasukkan namanya adalah siswa kelas enam dan tujuh dan sudah berusia tujuh belas tahun atau lebih. Hanya akan ada satu siswa dari tiap sekolah yang akan bertanding di kompetisi Triwizard. Adapun penetapan siswa mana yang berhak diputuskan oleh sebuah Goblet of Fire (Piala Api).

Waktu penentuan peserta telah tiba. Satu persatu carikkan perkamen yang bertuliskan nama siswa dan sekolah dilontarkan oleh Piala Api. Viktor Krum terpilih mewakili Institut Durmstrang. Fleur Delacour menjadi juara untuk Akademi Beauxbatons. Dan untuk Hogwarts sendiri, selamat banyak buat siswa Hufflepuff; Cedric Diggory.

Ketiga peserta turnamen Triwizard kini telah lengkap terpilih dan harus menyelesaikan semua tugas yang diberikan. Piala Api memiliki ikatan kontrak sihir yang tidak bisa dilanggar. Oleh sebab itu nama-nama siswa yang sudah terpilih tidak bisa mundur lagi. Saat  Dumbledore sedang menyemangati para siswa untuk tegar dan tidak mudah menyerah tiba-tiba api di dalam piala kembali memerah seperti kebiasaannya jika mengeluarkan sebuah keputusan pilihan. Ditengah bunga api yang beterbangan, meluncurlah kembali secarik perkamen yang langsung disambut oleh tangan Dumbledore. Dumbledore menatap lama perkamen itu sebelum akhirnya mengumumkan nama peserta yang tertera di atasnya, nama peserta ke empat! Jumlah peserta yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu tujuh ratus tahun turnamen Triwizard digelar.

Seorang siswa Hogwarts yang bahkan belum cukup umur dan masih duduk di bangku kelas empat. Dialah “Harry Potter!”.
Akankah Harry bisa melewati semua tugas kompetisi ini yang terkenal berat dan berbahaya? Apakah benar ini dilakukan oleh kaki tangan Pangeran Kegelapan untuk membunuh Harry secara halus melalui motif  “kecelakaan” kompetisi? Siapakah sebenarnya yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api tersebut? Temukan semua jawabannya dalam buku empat Harry Potter and The Goblet of Fire.

Bagi yang udah kelar baca bukunya, masih penasaran kan bagaimana nasib roh Cedric setelah dibabat habis oleh Voldemort? Dijamin gak bakal kamu dapat dari referensi manapun, cuma di sini kamu bisa mendapatkannya!:-*

SPELLING...........!!!!!


Berikut daftar mantra yang muncul di buku 4 (empat) tapi tidak muncul di buku 1, 2 & 3 :
  1. Incendio = Menciptakan api.
  2. Accio = Mantra Panggil.
  3. Sonorus = Mantra Pengeras Suara.
  4. Quietus = Menghentikan kerja mantra Sonorus.
  5. Morsmordre = Menciptakan Tanda Kegelapan di langit.
  6. Stupefy = Mantra Bius.
  7. Ennervate = Mantra Anti Bius (mantra siuman).
  8. Prior Incantato = Mengetahui mantra terakhir yang digunakan oleh sebuah tongkat sihir.
  9. Deletrius = Menghentikan kerja mantra Prior Incantato.
  10. Reparo = Memperbaiki barang rusak.
  11. Imperio = Kutukan Imperius; Mengendalikan kontrol diri seseorang.
  12. Crucio = Kutukan Cruciatus; Menyiksa seseorang dari dalam tubuh.
  13. Avada Kedavra = Kutukan Kematian; Membunuh seseorang sebelum sasaran menyentuh tanah.
  14. Engorgio = Mantra Pembesar.
  15. Reducio = Mantra Pengecil.
  16. Furnunculus = Mantra Penumbuh Bisul.
  17. Densaugeo = Mantra memanjangkan gigi.
  18. Orchideus = Mengeluarkan Anggrek dari tongkat sihir.
  19. Avis = Mengeluarkan burung dari tongkat sihir.
  20. Diffindo = Mantra Pemotong atau perobek benda.
  21. Relashio = Melepaskan jeratan lawan.
  22. Reducto = Mantra Penyingkir benda-benda padat dengan cara menghancurkannya berkeping-keping.
  23. Impedimenta = Mantra Perintang.
Banyak juga ya.. Rekor nih!


Minggu, 28 April 2013

[Meme & Giveaway April 2013] Kitab Mantra Standar Karya Miranda Goshawk

Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi pada Hotter Potter Event Monthly Meme & Giveaway April 2013 yang diadakan oleh Surgabukuku.com

dengan Topik

Jika kamu berkesempatan mengunjungi toko buku Flourish and Blotts, buku apa yang akan kamu bawa pulang dari sana? Pilih 1 (satu) buku saja! Jangan lupa sertakan alasannya…

Waduh.. gimana nih! Ketika membaca buku Harry Potter (HP) aku tidak terlalu menaruh minat pada buku-buku di dunianya. Interestku malah tertuju pada mantra-mantranya yang ajaib. Yang aku ingat, judul-judul buku di dunia HP Lucu-lucu, seru-seru! Seperti buku muggle yang di magic-magican atau malah buku-buku magic yang dimuggle-muggle kan! Pokoknya imut-imut deh (kayak boneka aja!).

Nah.. buku-buku itu cuma disebutkan judul-judulnya doank. Bagaimana aku bisa menulis jika isinya tidak pernah dideskripsikan JK. Rowling dalam novelnya?
Nah.. jadinya bingung kan harus bilang apa. Beruntungnya ada harrypotter.wikia.com ! Di situ banyak dijabarkan tentang dunia Harry Potter termasuk buku-bukunya. (Paling tidak merekalah yang menjadi penanggung jawab dari berbagai deskripsi content buku khayal itu).


Pada akhirnya aku akan mengambil buku Book of Spells atau Kitab Mantra Standar dari rak Flourish and Blotts. Tentu saja buku ini yg paling ingin aku baca selama ini— kalau perlu aku miliki. Kamu tahu, Setelah membaca novel HP kamu pasti sudah akrab donk ya dengan mantra-mantra cute yang sering di demonstrasikan oleh para tokohnya. Seperti mantra panggil Accio! mantra terbang Wingardium Leviosa! mantra buka kunci Alohomora! mantra pingsan, mantra perintang.. mantra pelucut senjata daan mantra-mantra unyu lainnyaaa!!!

Nah.. Buku buah karya Miranda Goshawk inilah yang menjadi literatur resmi mata pelajaran mantra & guna-guna di Hogwarts itu. Semua mantra-mantra sederhana tapi useful ini ada di dalamnya.
Hhoho... aku kan jadi bisa ikut-ikutan Harry kirim-kirim bunga api, angkat-angkat barang berat, atau memperbaiki barang-barang rusak tanpa harus ke service. Semuanya semudah mengucapkan Sim Salabim!

Tapi gak ding! Ga mudah loh untuk merapal mantra-mantra itu agar bekerja sebagaimana mestinya. Semuanya butuh proses! Magic saja gak ada yang instant tapi hebatnya manusia berhasil membuat Mie Instant!
Tapi paling tidak, di buku itu semua tuntunan ritual praktek tertera dengan jelas. Cara mengucap mantranya—mulai dari artikulasi, intonasinya, cengkoknya (emangnya dangdut), panjang pendek tarikan nafas,  semuanya (i hope) dipaparkan dengan lugas dan terpercaya!

Setelah menguasai fase verbal selanjutnya kita masuk pada Body Language alias gesture tubuh.
Nah kalau merapal tuh badan musti tegap, mata memandang lurus ke object, genggaman tongkat harus yakin dan pikiran harus fokus. Jadi gak boleh tuh diambil santai, sambil makan apel, sambil cengar-cengir, sambil dengerin radio, apalagi sambil ngondek!

Keamanan para siswa dalam melakukan praktek dijelaskan pula di situ seperti keadaan lingkungan yang aman untuk praktek.
Sehingganya walau gak pernah mengenyam pendidikan di Institut Hogwarts (terhambat masalah umur) aku bisa juga tuh belajar sihir. Nah ini dia nih Daftar Isi yang ada dalam buku Book of Spells karya Miranda Goshawk:
  1. Bat-Bogey Hex : Mantra mengeluarkan kelelawar dari hidung.
    Bagus sebagai pelampiasan ketika lagi sakit hati pada seseorang (becanda ding!)

  2. Bird-Conjuring Charm :
    Itu tuh.. mantra Avis! Sangat membantu nih sebagai pengisi acara Hajatan Keluarga. Pura-puranya mau main sulap menghibur para undangan. Lalu AVIS! Segerombolan burung berwarna-warni menyembur keluar disertai dengan bunyi Pop pelan. Para penonton pun bertepuk tangan kegirangan.
    .
  3. Disarming Charm : Mantra Pelucut senjata.
    Akhirnya aku bisa juga mempelajari salah satu mantra Favorite Harry : Expelliarmus!

  4. Engorgement Charm : Mantra Pembesar.
    Ini… ini salah satu mantra imut itu. Sepertinya akan menyengangkan bisa memperbesar ukuran sebuah benda. Tapi benda apa ya..? Mungkin kupu-kupu yang melintas di taman bisa aku ubah menjadi sebesar elang. Wahh… bakal jadi tontonan masyarakat sekampung tuh! Lalu menjadi objek penelitian para ahli. Silahkan saja! Dikiranya spesies baru atau kupu-kupu yang berevolusi. HHehe Engorgio!

  5. Fire-Making Spell :
    Oh.. ini mantra favorite Hermione! Mantra pembuat api. Luar biasa.. aku bahkan bisa menghemat penggunaan korek api. Just say : Incendio!

6. Gouging Spell : Mantra menggali dan membuat lorong-lorong pada batuan padat.
Mantra ini cocok saat kita memutuskan untuk bekerja di tambang emas. Mantranya Defodio!


7. Hardening Charm : Mengubah benda menjadi batu! Mantranya Duro!
Sangat membantu saat kekurangan bahan bangunan sewaktu mendirikan rumah.


8. Impediment Jinx : adalah Mantra Perintang.

Mampu membekukan target selama kurang lebih sepuluh detik. Mungkin mau menangkap lalat atau kupu-kupu sangat efisien menggunakan mantra ini. Impedimenta!



9. Levitation Charm : Satu lagi mantra unyu… masih ingat kan pelajaran mantra kelas satu Hermione? Wingardium Leviosa! Dan bulu Ayamnya berhasil terangkat ke udara melawan gravitasi bumi. Inilah mantra menerbangkan benda. Mau pindahin kursi? Mau ngambil bola di atap rumah? Ayunkan saja tongkatmu!:)



 10. Mending Charm : Asiik.. mantra yang paling useful buat para muggle ini ternyata ada juga di buku ini. SANGAT.. SANGAT berMANFAAT! Gak perlu membalikkan waktu saat kita tak sengaja memecahkan porselen yang harganya MAHAL! Ga perlu susah-susah ke tempat service jika ada barang-barang yang rusak! Cukup lambaikan tongkatmu dan ucapkan REPARO! Maka semua barang-barang itu akan kembali ke bentuknya semula.:)


11. Patronus Charm : Gak nyangka mantra sesulit dan sehebat ini ada juga dalam buku ini. Ga semua penyihir loh bisa mengeluarkan Spirit Guardians dengan sempurna. Firasatku akan butuh waktu panjang bagiku mempelajari mantra ini. Apa ingatanku yang paling bahagia? Perasaan, lebih banyak galaunya deh daripada bahagianya!

Expecto Patronum… Expecto Patronum! Berkali-kali ku menyabet tongkatku dan hanya asap putih keperakan mendesau tak berbentuk keluar dari dalamnya.
Patronus Harry berbentuk kijang jantan

12. Reductor Curse : Mantra penyingkir benda-benda padat dengan cara menghancurkannya berkeping-keping. Juga sangat berguna bagi pekerja batu dalam menghancurkan bongkahan besar. Reducto!



Ginny mempraktekan mantra Reducto

13. Revealing Charm : Menyibak tinta kasat mata di atas kertas atau membuat benda-benda tak kelihatan memperlihatkan wujudnya. Sangat cocok untuk orang-orang yang sangat penasaran dengan sosok hantu. (emang bisa?) Aparecium mantranya!

14. Scouring Charm : Mantra yang penting sekali untuk orang-orang yang tidak punya pembokat. Membersihkan berbagai hal semudah melambaikan tangan. Mantra pembersih : Scourgify!

15. Severing Charm : Mantra Pemotong atau perobek benda. Mantra ini pertama kali ditemukan oleh penyihir penjahit untuk memotong atau menggunting pakaian dengan tepat dan akurat. Diperlukan keterampilan lambaian tongkat karena jika melesat bisa menyebabkan kematian atau cedera. Diffindo!






16. Shield Charm : Kalau di dunia muggle, mantra ini pasti akan diincar oleh para pelaku kejahatan. Karena dengan mantra Perisai, timah padat yang keluar dari selongsong pistol polisi tidak akan mampu mengenai mereka. Bahkan bagi yang ahli, peluru itu malah memantul balik ke arah polisi. Protego!

17. Shrinking Charm : Ini adalah kontra mantra Engorgio! Mengembalikan objek yang terkena pengaruh engorgio kembali ke ukuran semula. Reducio!
18. Stunning Spell : Stupefy! Pasti kenal kan sama mantra ini? Mantra yang menjadi salah satu favorite Harry ini ada juga ternyata di buku ini. Mantra pembuat pingsan!
19. Summoning Charm : Inilah mantra paling unyu untuk orang lazy likes me! Terasa berat untuk bangkit ambil remote tv! Juga mantra Favorite untuk orang ceroboh lalai just likes me also.
Ga perlu lagi teriak-teriak “Ma.. kunci lemariku dimana ya?” “Ka.. Charger HPku kok ga ada di meja belajar?”
Cukup angkat tongkatmu dan teriakkan “Accio Kunci!” “Accio Charger!” maka benda benda kebutuhanmu akan meluncur keluar dari tempat persembunyian menuju ke arahmu.
20. Unlocking Charm : Siapa yang tidak kenal mantra Alohomora! Mampu membuka kunci mekanik yang tidak terlindungi sihir. Terkenal sebagai mantra sahabat pencuri!:) 
21. Wand-Lighting Charm : sangat useful saat listrik padam. Yup dialah mantra Lumos! Dan tongkat kita sekarang berperan sebagai lampu kecil yang berpendar di tengah kegelapan.
Harry dan mantra Lumos

22. Water-Making Spell : Seperti namanya mantra ini dapat mengeluarkan air dari ujung tongkat. Air bersih yang dapat diminum. HHaha produk air minum mineral siap-siap gulung tikar nih. Aguamenti!
Sekarang? Kamu pasti setuju bukan buku ini sangatlah mempesona? Jadi kalau disuruh pilih satu dari sekian buku yang ada di Flourish and Blotts, Book of Spells karya Miranda Goshawk tidak akan mengecewakan.

Daftar Bacaan:

1. Book of Spells - HarryPotter.Wikia.Com

Senin, 15 April 2013

[Wings #1] Telaah buku Wings (Sayap Peri) Karya Aprilynne Pike

 
Baru selesai baca wings (sayap peri) buah karya Aprilynne Pike nih…

Keren juga..

Aku suka ide ceritanya…

Memberi kita kesempatan untuk mengenal dunia “lain” selain dunia normal yang kita tinggali saat ini.
Ah.. Buku Harry Potter juga kan menawarkan dunia “lain”, dunia sihir!

Eits tunggu dulu,,, Jika Harry Potter dilatarbelakangi oleh ilmu okultisme dan history, maka buku Wings bisa dikatakan berlatar pelajaran Biologi.

Ada beberapa istilah biologi yang mewarnai buku ini seperti jaringan tumbuhan, sel, mikroskop, naturopathic dan lain-lain. Tentu saja “sedikit” pengkajian ilmiah seperti ini bisa meyakinkan pembaca mempercayai cerita ini.
Dunia peri memang bukan hal baru tapi… mengatakan peri adalah termasuk ke dalam jenis tumbuh-tumbuhan adalah hal yang “mengagetkan”!

Laurel —si tokoh utama— yang dari kecil sudah terbiasa dengan kehidupan normal sebagai manusia, menjadi sangat kaget ketika benjolan di punggungnya lama kelamaan membesar sampai akhirnya mengeluarkan semacam kelopak bunga yang tampak seperti sayap. Walaupun kaget tapi dia juga kagum karena kelopak itu sendiri sangat indah berwarna putih kebiru-biruan sedikit transparan seperti balon dan mengeluarkan bau yang semerbak.
Bersama dengan teman sekolahnya —David —mereka berusaha membuktikan perkataan Tamani, cowok asing yang menjagai hutan di belakang rumah Laurel. Tamani mengatakan bahwa Laurel bukanlah anak manusia. Dia dititipkan di depan rumah orang tua angkatnya yang sekarang untuk mengemban tugas yang sangat penting yaitu menjaga gerbang masuk ke Avalon —dunia peri — dari makhluk-makhluk menyeramkan seperti Troll dari dunia manusia.
Tamani juga mengatakan bahwa Laurel seorang peri seperti dirinya. Peri yang menurut pendapatnya adalah tanaman yang berevolusi sangat tinggi hingga berbentuk seperti sekarang menyerupai manusia.

Untuk membuktikan itu semua, Laurel dan David melakukan riset kecil-kecilan. Salah satunya adalah menguji sample darah laurel. Tapi apa yang terjadi? Bukannya cairan kental berwarna merah yang keluar dari tubuh Laurel melainkan cairan bening layaknya getah.
Hal ini tentu saja sangat mencengangkan!
Akhirnya dengan menggunakan mikroskop milik David mereka memeriksa cairan tersebut untuk meneliti sel yang dikandungnya. Dan hasilnya terbukti bahwa sel-sel tubuh Laurel berbentuk kotak tidak bulat layaknya sel manusia dan hewan pada umumnya. Sel kotak itu sendiri adalah  ciri dari tumbuhan.


Meskipun demikian, novel ini bisa dibilang memiliki alur yang sangat lamban. Ibarat menonton film, cukup banyak bagian-bagian yang bikin ngantuk. Halaman-halamannya sendiri banyak dihabiskan pada usaha Laurel menyembunyikan sayap kelopak besar dipunggungnya agar tidak diketahui orang lain termasuk orang tuanya sendiri. Mungkin itulah sebabnya buku pertama ini di beri judul Wings.

Padahal ketika membaca sinopsis dan memutuskan untuk membeli buku ini, kita mengharapkan polesan dunia fantasi yang banyak. Keajaiban dunia peri dan petualangan Laurel di dalamnya. Tapi sangat disayangkan keajaiban dunia peri —Avalon—didapat hanya dari informasi tokoh seorang Tamani. Jadi sama sekali Laurel belum masuk ke dalam dunia itu sendiri. Hhehe…

Aku sendiri berpendapat bahwa A. Pike terkesan mengulur-ulur “dunia ajaib”nya agar bisa berseri.

Yah jika kamu berharap bisa langsung terlibat dalam petualangan dunia Avalon maka kamu harus bersabar untuk mendapatkannya (mungkin) di buku dua yang berjudul Spells.

Selain itu, A. Pike sendiri kurang fokus pada deskripsi suasana. Padahal setting yang dideskripsikan dengan baik akan sangat membekas di benak pembaca. Contohnya saat Laurel menghadiri pesta kostum dengan mengambil tema sebagai peri. Saat itu aku menunggu-nunggu tema apa yang dipakai Chelsea malam itu. Oke lah… jika A. Pike lupa, tapi paling tidak dia bisa menggambarkan beberapa kostum yang dipakai para siswa lainnya malam itu. Yah . . .Sekedar menggambarkan suasana di pikiran pembaca agar tidak menerka-nerka. Tapi apa mau di kata sampai topik ini selesai A. Pike sama sekali tidak memberi informasi apapun mengenai kostum peserta pesta.

Bagiku ini sangat mengurangi ketelitian sebuah novel. Dan sayang sekali aku harus mengurangi 1 bintang lagi karena hal tersebut.

Konflik klimaks novelnya pun kurang “nendang” , kurang ajaib bisa dibilang. Ini Benar-benar hanyalah sebuah cerita pengantar untuk 'inti cerita yang sebenarnya' yang disimpan untuk buku selanjutnya. :(

Tapi terlepas dari itu semua, Percayalah, jika kamu adalah orang yang benar-benar pencinta cerita fantasi, aku yakin kamu tetap bisa menikmatinya dengan kesabaran mengabaikan “kelemahan-kelemahan kecil” dari novel ini. Tambahan Setengah bintang buat ide pengelompokkan peri-perinya ke dalam empat musim!<:-P











 
My Rank for this book :

Jumat, 05 April 2013

Kembalinya Kegemaran yang Terlupakan Bag. II (9R4m3d14)



Ngomong-ngomong, komunitas pecinta buku ini ternyata lumayan menginspirasiku. Dulu aku suka ngiler jika melihat buku-buku menarik yang terpajang di etalase toko. Mengangkat buku itu, membelai lalu membaca sinopsinya yang ada di bagian belakang. Tapi pada akhirnya kukembalikan lagi buku yang masih terbungkus rapi itu ke tempatnya semula karena aku tahu aku belum bisa memilikinya. Uang yang ada sekarang tidak bisa aku belanjakan seenaknya, karena sebagai siswa masih ada keperluan lain yang lebih “primer” yang harus dipenuhi. Dengan perasaan getir yang tertahankan, kupaksakan melupakan perasaan suka itu.

Musim pun berganti dan sekarang aku sudah disibukkan dengan rutinitas baru sebagai seorang karyawan swasta. Tapi anehnya tidak pernah sekalipun aku berkeinginan untuk mewujudkan “hasrat” yang terpendam itu. Apa mungkin karena terlalu lama aku mengubur rasa itu hingga membuatku lupa akan kegemaranku? Atau mungkin karena kesibukanku dalam memperbaiki kebutuhan-kebutuhan primerku yang terbengkalai sewaktu sekolah hingga tak terbesit untuk mulai mewujudkan mimpi-mimpi yang terpendam?

Aku tak tahu, tapi yang pasti setelah terlibat dalam kegiatan pecinta buku di Hotter Potter event ini, secara tidak langsung “mereka” mengingatkanku kembali akan “selera” membacaku. Melihat kelihaian mereka dalam merangkai kata merupakan bukti nyata bahwa membaca dan membeli buku tidak pernah salah!

“kenapa tidak terpikir olehku lebih awal setelah sekian lama aku menahannya? Dengan gajiku sekarang seharusnya aku bisa menyisihkan sebagian untuk “membayar” hobby yang aku sukai itu!"

Benar, jika aku memang harus “bersenang-senang” dengan buku maka sekaranglah saatnya. Sudah terlalu banyak buku “manis” yang aku lewatkan dan aku tidak mungkin melewatkan lebih banyak lagi. Umurku terus bertambah, jika sebagian uang, waktu dan kesempatan ingin kugunakan untuk membaca maka sekaranglah saatnya. Sebelum aku menikah lalu disibukkan dengan urusan anak dan keluarga.

Maka dengan tekad bulat, aku menetapkan dalam hati bahwa kedepannya akan selalu ada buku di rumah yang menunggu untuk dibaca. Dan hal itu akan menjadi mungkin jika setiap bulan aku membeli buku baru tentu saja. “Oke Not Bad!” pikirku.

Aku juga teringat bahwa ternyata semenjak Gramedia hadir di Gorontalo, belum pernah satu bukupun yang aku beli darinya. Oh Men.. How bad I am! Tidak sadarkah aku bahwa tidak semua daerah punya toko buku Gramedia yang “asli”? Seharusnya aku bersyukur bisa membeli buku-buku bagus dari “toko bagus”itu.

“Aduh lama banget gajian!” Ujarku saat melihat lembaran kalender yang menempel di dinding. Saat itu bertepatan tanggal 22 Februari dan itu artinya 6 hari lagi baru gajian. Jika di waktu-waktu biasa 6 hari dianggap semakin dekat, maka saat mengharapkan sesuatu malah membuatnya menjadi terasa lama.

Hasratku sudah sangat membuncah! Ibarat dahaga ingin segera disiram dengan air dingin sesejuk embun, dan air itu adalah buku! Buku yang aku rindukan! Buku yang sempat aku tengok di etalase Gramedia saat jalan-jalan di Mall Gorontalo dan sekarang seperti memanggil-manggilku kembali dari kejauhan.

“I Can’t take it any longer!” Ujarku. “Maafkan aku ATM, aku sepertinya tidak bisa menunggu untuk gajian. Rasanya sudah terlalu lama aku menahan ini, Besok mungkin saldomu harus berkurang demi aku, si empu mu yang lagi “galau”!

Akhirnya aku tidur malam itu dengan penasaran menunggu kejadian esok hari yang bakal menjadi titik balik sejarah dalam hidupku! WOOOH LEBAY! HEHEH

***

KKuruyuukkk…!!! Suara ayam berkokok, membangunkanku dari tidur panjangku.. eh tidak! Sepertinya bukan begitu karena aku tidak terbangun dengan suara kokok ayam. Aku mungkin terlalu terinfluence oleh kata-kata buku.  Mungkin seperti ini:

Seberkas sinar matahari jingga yang hangat menyeruak melalu celah jendela kamarku, jatuh tepat di wajahku. Karena mendadak pelupuk mataku menjadi terang, aku pun terjaga dan mengerjap-ngerjap berusaha membuka mata. Tapi yang terjadi malah aku memutar tubuhku membelakangi sinar itu dan memeluk lagi gulingku. Yah… dia malah tidur lagi! BANGUN DODOL! GAK INGAT APA.. HARI INI KAMU BAKAL MEWUJUDKAN MIMPI-MIMPIMU???

Oh.. iya.. segera saja aku menegakkan tubuhku masih dengan mata terpejam ku buka jendela-jendela itu, memberikan jalan bagi sinar-sinar itu untuk masuk lebih banyak lagi ke dalam kamarku. Aku suka sekali pemandangan di pagi hari. Warna-warna yang aku lihat dibalik jendela terasa jelas dan terang. Seperti baru dicuci kembali oleh embun semalam.

Kulakukan ritual pagiku seperti biasa, dan setelah berdandan yang sepantasnya, segera saja ku genjot motorku melaju membelah kota Gorontalo yang tercinta. Rencanaku hari itu adalah menuju Mesin ATM terdekat  kemudian meluncur ke Gramedia yang tidak berapa jauhnya dari lokasi ATM tersebut.


Pukul 10 Pagi aku sudah berada di mesin ATM. Setelah memegang  uang yang dirasa cukup kulanjutkan perjalanan menuju Gramedia. Hawa dingin yang keluar dari Air Conditioner Mall menyapu kulitku saat melangkahkan kaki di pintu masuk Mall Gorontalo. Agak canggung juga sih melihat orang-orang di sekitar menatapku seakan-akan mereka bisa menebak maksudku ke Mall itu. Setelah menaiki tangga eskalator ke lantai dua akhirnya aku tiba juga di depan gerbang Toko Gramedia.
Ah.. kini buku-buku itu tampak lebih  indah sekarang. Mungkin karena  aku akan segera memiliki satu dari sekian itu. Aku menyusuri rak-rak buku dan segera saja aku sudah berada di seksi Novel.

Kuperhatikan satu persatu cover-cover buku yang ada disitu. Tidak jarang aku mengambilnya untuk membaca sinopsis yang berada di belakangnya. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah buku bercover biru yang aku kenal. Karena sebelumnya aku memang telah berselancar di situs Gramediaonline.com untuk mencari referensi buku apa yang layak menjadi buku “pertama”ku.

Terlalu mengada-ada jika ini disebut buku pertama karena sebelumnya aku sudah punya buku Ketika Cinta bertasbih, Di atas Sajadah Cinta, dan Change Now! Jurus Dahsyat Muslim Huebat (BookMagz).


Buku yang aku lihat itu berjudul Raphael. Aku tertarik setelah membaca sinopsisnya yang mengetengahkan kehidupan tokoh bernama Leo yang hampir mirip dengan kondisiku saat ini. Memiliki karier yang biasa-biasa saja, susahnya bergaul dengan orang, hubungan dengan orang tua yang kurang harmonis dan lain-lain. Merasa aku dapat memetik sesuatu darinya, akhirnya terpilihlah buku Raphael buah karya Yuki Rustam menjadi buku pembuka Hobi yang terlupakan.

Merasa puas dengan pilihanku itu, akhirnya aku meninggalkan Mall Gorontalo dengan langkah ringan menuju parkiran motor. Dalam perjalanan pulang aku hanya tersenyum dan merasa tidak sabar ingin segera menyelami cerita Novel baruku tersebut.
***

Rabu, 27 Maret 2013

[Hotter Potter Reading Event 2013] Telaah Buku Tiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban

Belum pernah aku se-panas ini ketika membaca perlakuan kasar keluarga Dursley pada Harry. Berbagai macam siksaan yang dialaminya selama 2 tahun terakhir memang menyakitkan tapi tidak membuatku sampai naik pitam seperti ini.  Parahnya lagi pribadi yang tidak terpuji ini datangnya bukan dari para anggota keluarga se atap, tapi saudara jauh Paman Vernon yang datang menginap dari kampung, —Bibi Marge.

Sungguh akupun ikut tersinggung bagaimana Harry dan Keturunannya dikata-katain setara dengan anjing kotor! Anak siapa yang tidak marah jika kedua orang tuanya diumpamakan induk anjing kelas rendah yang tidak beres menghasilkan keturunannya —Harry—yang  ikut-ikutan tidak beres?

Sudah sepantasnya jika akhirnya Bibi Marge harus mengalami kejadian mengerikan, tubuhnya menggelembung seperti balon, massa tubuh seperti meninggalkannya sehingga dia melayang perlahan-perlahan naik terus ke atas. Mengangkat apa saja yang turut menahannya. Semoga saja Bibi Marge bisa menyadari kesalahannya melalui kejadian ini.

Harry Potter and The Prisoner of Azkaban

Harry Potter dan Tawanan Azkaban



Harry Potter  and the Prisoner of Azkaban (Tawanan Azkaban) adalah buku ke tiga dari Harry Potter series sekaligus berisi petualangan di tahun ketiganya di sekolah sihir Hogwarts. Pertama kali mendengar kata Azkaban, aku memikirkan nama-nama Negara di kawasan Timur Tengah yang berbau Arab seperti Uzbekistan, Kazakstan, dan lain-lain. Tapi apakah memang ada hubungannya kata ‘Azkaban’ dengan Arab?

Hal yang paling mendekati dan tampak berkaitan yaitu nama benteng-benteng besar kuno peninggalan Islam yang ada di Negara-negara Peradaban Islam. Salah satunya berada di Granada Spanyol di kawasan istana Alhambra. Benteng-benteng militer ini disebut Alcazaba. Jika Azkaban adalah penjara, bukankah penjara ibarat benteng-benteng kokoh yang mengurung tawanan-tawanannya?

Mungkinkah JK. Rowling melakukan permainan Anagram lagi untuk menamakan penjara sihirnya ini?

Di buku 3 ini pula Piala dunia Quidditch, Cho Chang, Cedric Diggory telah disebut-sebut. Mungkin sebagai pengantar untuk buku ke empatnya. Dan cara ini sudah terjadi sebelumnya untuk buku ke duanya, karena penjara Azkaban telah di sebut-sebut terlebih dahulu sebelum masuk buku ketiga.

Kemudian bagian yang paling special menurutku, yang membedakan dengan buku-bukunya yang lain adalah kemunculan time turner (pembalik waktu) yang sungguh mengesankan. Aku benar-benar tidak menyangka jika Cerita Harry Potter akan benar-benar kompleks sebagai dunia fantasi. Dengan membaca kesemua itu lewat buku ke tiga ini, cukup membuatku mengakui cerita Harry Potter benar-benar dibuat oleh "otak" cerdas yang terencana. Lewat buku ke tiga ini pulalah aku dibuat mati penasaran menunggu kejutan-kejutan apalagi yang ditawarkan JK Rowling dibuku-bukunya selanjutnya.

THE CHARMING OF MAGICAL WORLD


Beberapa point baru kembali disuguhkan JK Rowling untuk mengesankan pembacanya. Bagi yang belum baca bukunya, sebaiknya tidak membuka bagian yang ter-hide di spoiler karena mengurangi esensi cerita yang dibangun JK Rowling. Diantranya adalah:

1.    Bus ksatria (Knight Bus)


Bus Ksatria atau Knight Bus adalah transportasi darurat untuk para penyihir yang tersesat. Bus ini bersifat gaib, dan itu artinya hanya bisa dilihat oleh komunitas penyihir, tidak untuk para muggle. Bus ini bertingkat tiga mirip bus-bus bertingkat pada umumnya. Yang membedakan adalah interiornya yang tidak lazim, alih-alih berisi bangku-bangku penumpang, didalamnya malah dipenuhi rak-rak tempat tidur. Tingkat kecepatan larinya pun sangat tinggi bahkan terkesan ugal-ugalan. Melihat kondisi demikian, bagaimana bisa penumpang tidur pada rak-rak tersebut jika harus terguncang-guncang oleh kecepatan yang tidak normal.

Ada yang menarik dari karakteristik bus ini jika melewati jalur melenceng di jalan raya. Dikatakan bahwa deretan lampu jalanan, boks surat, dan tempat sampah melompat menghindar ketika bus mendekat, dan kembali ke posisi masing-masing setelah bus lewat. Sungguh aku tertawa geli, bagaimana mungkin seorang JK. Rowling yang begitu jenius bisa se-dangkal ini dalam menggambarkan bus ksatria. Orang bodohpun tahu, lampu jalan, boks surat, dan tempat sampah tidak pernah berpindah, bahkan bergerak sedikitpun tidak.  Ide seperti ini bisanya muncul untuk karangan-karangan anak TK. Hahaha

Beruntung produser film tidak sedangkal ini dalam mewujudkannya ke dalam film. Mereka mengubah sifat bus ksatria, alih-alih membuat boks surat meloncat, mereka membuat bus bersifat kenyal sehingga bisa melewati celah dua mobil di depan yang menghalangi jalan. Menurutku inilah yang lebih masuk akal dan berkelas. Andai bisa mengedit, kurasa JK Rowling akan mengikuti ide film untuk novel ke tiganya ini.


2. Dementor

Kemunculan Sosok dementor ini dibuat secara misterius di awalnya, itulah sebabnya ku membuatnya di dalam spoiler. Pertama kali membaca dementor, hal pertama yang langsung terbesit adalah sosok malaikat pencabut nyawa ala Haloween —Grim Reaper— sosok berkerudung hitam yang selalu membawa sabit besar. Post spoiler Bedanya Dementor ini tidak membawa sabit besar seperti itu, mereka terbang dan senjata mereka adalah kemampuan menghisap kebahagiaan dari manusia lewat mulut. Para dementor inilah para penjaga Azkaban, penjara khusus penyihir. Ibarat polisi mereka berperan menangkap bahkan menyiksa para penjahat. Tapi sayangnya, mereka tidak bisa membedakan target dengan pengganggu. Jika seseorang dirasa mengganggu penangkapan penjahat maka bersiaplah disedot jiwanya oleh dementor sekalipun kamu anak baik-baik. Dementor ini hanya dapat diusir dengan mantra Patronus. Post spoiler

3.    Hippogriff


Satu lagi makhluk fiktif buah karya JK. Rowling dan Lagi-lagi memadukan dua makhluk berbeda menjadi satu untuk menciptakan makhluk baru. Allah memang satu-satu creator di dunia ini, sekeras apapun manusia berpikir kita hanya tetap bisa memadukan yang sudah ada. Kali ini Rowling memadukan burung elang dengan Kuda untuk mewujudkan Hippogriff.


Dari Kepala hingga sayapnya adalah elang, tetapi dari pertengahan tubuh ke belakang berwujud kuda. Satu hal yang khas dari Hippogriff adalah sifatnya yang “angkuh” mengharuskan kita untuk “rukuk” kepadanya dahulu sebelum bisa berteman dengannya. Seperti namanya Hippo atau Hyper yang artinya berlebihan. Setelah dibalas dengan anggukkannya yang khas barulah kita bisa menyentuh bahkan menungganginya. Itulah tanda dia mengizinkan kita. Jika belum, jangan berani dekat-dekat bisa diserangnya nanti. Inilah yang membuatku kurang “sreg” dengan Hippogrif. Sebagai muslim kita dilarang membungkuk kepada sesama manusia apalagi binatang. Jadi lebih memilih tidak berteman dengan Hippogriff aja deh! hhehe

4.    Boggart


Boggart adalah si pengubah bentuk, dia bisa berubah bentuk menjadi apa saja yang dia pikir  paling menakutkan bagi kita. Boggart menyukai tempat tertutup dan gelap. Sampai sekarangpun tak ada seorangpun yang tahu bentuk boggart yang asli itu seperti apa.
Yang paling lucu dari cerita boggart adalah saat ujian akhir sekolah, bagaimana bogart Hermione membuatku terpingkal-pingkal. Begitu Hermione berlari keluar kelas sambil histeris keras, kirain Boggart Hermione menjadi wujud makhluk yang sangat menyeramkan. Tapi setelah diselidiki ternyata boggart itu berubah menjadi  Profesor Mc Gonnagal yang mengatakan seluruh ujian Hermione tidak lulus! Hhaha.. rupanya itu adalah ketakutannya yang terdalam.


PRISONER OF AZKABAN 

Berikut sekilas sinopsis Harry Potter and The Prisoner of Azkaban:

Seorang tawanan yang bernama Sirius Black berhasil lolos dari penjara sihir Azkaban. Padahal sebelumnya belum ada satu orangpun yang pernah berhasil keluar dari penjara tersebut. Ini dikarenakan penjara sihir Azkaban adalah penjara yang sangat mengerikan tanpa belas kasihan serta dijaga ketat oleh makhluk-makhluk menyeramkan nan kejam bernama dementor.
Sirius Black sendiri dikenal sebagai tangan kanan Voldemort —penyihir hitam— pembunuh orang tua Harry Potter. Itulah mengapa banyak yang menganggap sihir hitam Sirius yang sangat tinggi membuatnya bisa berhasil menaklukkan berbagai tingkat pengamanan penjara.
Ketika masih dalam penjara, Sirius sering mengigau dalam tidurnya dan berkata "Dia di Hogwarts.. Dia di Hogwarts..."
Banyak yang berpendapat "dia" yang dimaksud adalah Harry Potter yang memang pada saat itu sedang bersekolah di Hogwarts. Dia kembali untuk menuntaskan pekerjaan tuannya Voldemort yang gagal dalam upaya membunuh Harry Potter. Akhirnya berbagai pengamanan pun dilakukan termasuk menempatkan para dementor pada tiap-tiap pintu masuk area sekolah Harry —Hogwarts.
Berhasilkah para kementrian sihir menangkap kembali Sirius Black? Apakah Sirius malah berhasil menemukkan Harry? Dan mungkinkah Harry menaruh dendam kepadanya atas kematian orang tuanya yang telah lalu?
Segera temukan jawabannya dalam buku ke tiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban.


SPELLING...........!!!!!


Berikut daftar mantra yang muncul di buku 3 (tiga) tapi tidak muncul di buku 1 & 2 :

  1. Waddiwasi = Mantra pelontar benda.
  2. Riddikulus = Mantra untuk menghadapi Boggart.
  3. Impervius = Membuat permukaan obyek menjadi anti air.
  4. Dissendium = Membuka pintu-pintu rahasia.
  5. Mobiliarbus = Memindahkan benda-benda diam.
  6. Expecto Patronum = Mantra Anti-Dementor.
  7. Nox = Mematikan lampu yang diciptakan mantra Lumos.
  8. Ferula = Mengeluarkan perban dari tongkat sihir.
  9. Mobilicorpus = Mengangkat & memindahkan tubuh manusia.
Nah.. mantra-mantra sebelumnya sudah pernah ada yang berhasil belum? Kalau belum, kamu mungkin mencobanya tanpa tongkat sihir. Jangan lupa TONG-KAT- SI-HIR!!!


Daftar Bacaan:

1. Daftar Mantra - Wingardium Leviosa.com

Sabtu, 23 Maret 2013

[Meme & Giveaway March 2013] Makhluk Ajaib Nan Eksotic : Centaurus

Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi pada Hotter Potter Event Monthly Meme & Giveaway Maret 2013 yang diadakan oleh Surgabukuku.com

 dengan Topik

 Dari semua makhluk/hewan ajaib yang ada di buku Harry Potter, apa yang paling ingin kamu jumpai di dunia nyata? Jangan lupa alasannya!


Pertanyaan ini cukup mudah bagiku. Sudah sejak masa kanak-kanak dulu, Makhluk aneh nan ajaib itu telah mempesonaku kira-kira 14 tahun yang lalu. Aku ingat benar saat itu segala hal berbau fantasi sangat menyita perhatianku sebagai anak yang haus akan imajinasi tinggi. Saat itu Harry Potter belum masuk dalam kehidupanku. Film Fantasi yang kerap disuguhkan stasiun tv berjenis Cerita mitologi Yunani yang terkenal seperti Hercules, Conan & Xena Woman Warrior. Aku bercerita Film fantasi yang diperankan oleh aktor manusia bukan animasi sehingga Doraemon, Dragon ball ataupun Ninja Hatori tidak termasuk hitungan walaupun sudah sangat terkenal pada masa itu.

Aku masih ingat samar-samar iklan Hercules menampilkan berbagai pertarungan yang seru seperti melawan raksasa. Kemudian Xena dengan Cakram Hebatnya yang selalu kembali kemanapun arahnya dilempar. Walaupun masih kecil aku tetap bisa memprediksi bahwa cakram besi bulat tajam itu tidak akan bisa berperilaku demikian di kehidupan nyata. Hal ini ajaib! Sekali lagi keajaiban membuatku tergiur untuk menontonnya.

Cerita Hercules & Xena semakin menggila begitu petualangannya mempertemukan dengan makhluk-makhluk aneh di luar logika. Salah satunya adalah makhluk hasil perpaduan manusia dengan kuda. Dari kepala sampai pinggul; manusia, sedangkan dari pinggul ke bawah adalah kuda. Aku yang masih lugu tentu dibuat terkagum-kagum. Pada akhirnya Harry Potter hadir menyuguhkan ide cerita yang sangat menarik ditambah dengan kemunculan makhluk ini di Hutan Terlarang, Dari sinilah kuketahui mereka disebut Centaurus.


Meski aku yakin tidak akan bisa bertemu centaurus di kehidupan nyata tetapi rasanya makhluk ini begitu terkenal. Lihat saja berbagai film fiksi ilmiah kerap menghadirkan mereka seakan-akan mereka memang pernah ada di muka bumi ini sebut saja Hercules, Xena, Percy Jackson, Narnia, Harry Potter dan lain-lain.

Usus punya usut ternyata mereka adalah salah satu makhluk mitologi Yunani yang dipercaya pernah hidup di dunia. Kebudayaan Yunani Kuno memang sangat terkenal karena imajinasi mereka yang tinggi dalam menghadirkan “religiusitas” pada masa itu melalui rekaan-rekaan makhluk imajinatif. Centaurus sendiri dipercaya berasal dari keturunan Ixion; manusia biasa penguasa Thessaly. Hasil perselingkuhannya dengan Dewi Hera  — Istri Zeus. Zeus yang cemburu atas “hubungan gelap” ini kemudian menciptakan kembaran Dewi Hera dari gumpalan awan dan menamainya Nephele. Suatu ketika Ixion berhubungan badan dengan Nephele karena mengira ia adalah Dewi Hera . Nephele akhirnya mengandung dan lahirlah anak mereka yang setengah manusia dan setengah kuda. Kemudian menamainya centaurus.

Pada sumber lain keturunan centarurus terbagi dua yakni Sagittarius dan Kemantoridas. Sagittarius adalah centaur Jantan yang memiliki kebiasaan berburu, nomaden dan sangat ahli dalam ilmu perbintangan. Sedangkan Kemantoridas adalah centaur betina yang berbanding terbalik dengan sifat Sagittarius. Kemantoridas lebih suka menetap, bercocok tanam dan mempertahankan wilayah kehidupannya dari bangsa lain.

Bagiku makhluk ini sungguh indah. Bisa aku bayangkan ketika ku dizinkan menaiki punggungnya dan membawaku berlari menyusuri belantara hutan. Ku peluk erat-erat tubuhnya berusaha menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh dari hentakan-hentakan larinya. Setelah cukup lama berlari sampailah kami di sebuah tebing. Di depan sana terhampar lautan luas dan sinar jingga matahari sore menghangatkan wajah.

Sang Centaurus kemudian kembali bergerak mengambil jalan ke pinggir tebing, ternyata terdapat tangga batu alam yang mengarah ke bawah. Aku tertawa geli terguncang-guncang ketika kaki-kaki Centaurus menapaki tiap undakan batu tersebut. Tidak berapa lama kini kami sudah berada di bawah, Centaurus mempercepat larinya menuju bibir pantai berpasir putih. Kini tiupan angin pantai membelai wajahku, kami tertawa kegirangan. Ku dengar bunyi cipratan air laut saat kami berada sangat dekat dengan tepi laut. Tidak tahan menyaksikan keindahan laut, akupun melompat turun dan mulai bermain air.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Sebagai wujud rasa terima kasihku kuhadiahkan dia berbagai barang-barang muggle, seperti T-Shirt bertuliskan namaku, shampoo biar rambutnya tidak bau, sekaligus membersihkan bulu-bulu di tubuh kudanya. Tidak lupa juga deodorant & parfum hahaha. Bisa kupastikan dia Centaurus paling wangi se hutan terlarang.

Tanpa terasa matahari hampir terbenam di ufuk barat. Dia mengatakan harus segera kembali ke hutan, dia ingin memetakan bintang baru malam itu. Dasar pengamat bintang yang fanatik!
Daftar Bacaan

1. Centaurs, Manusia Setengah Kuda dalam Mitologi Yunani Kuno - NyitNyit.Net
2. Bangsa Centaur - subalasubulu.com