Jumat, 29 November 2013

Telaah Buku Shatter Me By Tahereh Mafi



Buku ini "lucu" banget. Melelapkan dan membosankan di awal tapi penuh gairah dan menyegarkan di akhir. Melelapkan karena terlalu banyak metafora dan hyperbola yang terlalu lebay berlebihan yang terkadang terasa membuang waktu. Kamu bisa membayangkan untuk ilustrasi terkesiap dan menganga, kamu disuguhkan kalimat rahangku menempel di kakiku. Hhehe
Dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk menjelajahinya terutama dari awal hingga kira-kira 3/4 isi buku tapi 1/4 selanjutnya terasa mudah. Bayangkanlah kalimat "kegelapan mencekikku" atau "Jantungku diisi oleh bunga-bunga lili yang bermekaran di bawah selembar kaca, menggelepar berusaha hidup bagaikan tetesan air hujan" sejenis itulah.
Yang aku suka dari buku ini adalah endingnya. Entahlah apa ini memang karakter buku atau strategi bisnis mereka. Tapi ending "menyegarkan" ini mampu mengubah keputusanku seratus delapan puluh derajat dari mengalah untuk tak melanjutkan ke jenjang berikutnya (pernikahan kale!) menjadi antusiasme, semangat dan penuh harapan untuk segera membeli buku kelanjutannya.

Mungkin aku bisa cerita sedikit mengapa sampai mau mencopot buku ini dari rak gramedia.
Pertama lihat deh covernya, menurutku itu exclusive. Sampul yang dibaluri sejenis kertas hologram menjadikannya elegan dan terkesan mahal (aku gak tahu kalo versi englishnya hologram juga) padahal kenyataanya harganya memang mahal juga Hhehe (tergantung wilayah).

Yang kedua sinopsisnya, baca deh:

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.
Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.
Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?


Intinya ceritanya mengingtkanku pada kisah X-Men yang memang adalah film favoritku. Gak kartun atau Movienya semua aku suka. Semua aku koleksi.

Yang ketiga teknik penulisan yang melibatkan strike-through.
Sungguh hal baru (bagiku) dalam penulisan sebuah novel. Yang fungsinya untuk menyatakan perasaan terdalam yang jujur yang ingin disampaikan oleh tokoh utama Juliette tapi berubah kalimatnya menjadi normal dan berperikemanusiaan begitu keluar dari mulut.

Dari beberapa poin di atas cukup untuk menarik pembeli mencoba sentuhan gaya baru penulisan Tahereh Mafi.
Seperti dikutip dari quote pembukanya :

Dua jalan bercabang di sebuah hutan, dan aku —aku mengambil jalan yang tidak terlalu sering ditempuh, itulah yang menjadikan semuanya berbeda.
—ROBERT FROST, The Road Not Taken

Good job Tahereh!
Ngomong-ngomong soal sang penulis, Tahereh ini sejatinya seorang muslim loh! Bahkan berhijab tapi tinggalnya di Amerika tepatnya California. Karena seorang muslim inilah membuat dia banyak menerima semacam "sorotan negatif" dari pembacanya yang menilai bukunya ini terlalu banyak ciuman! Oh God!
Dan sebagai awal, Shatter Me cukup mempesona. Menurutku Mafi cukup cerdas memainkan peran setiap karakternya. Aku menangkap ada ketelitian dalam memunculkan naluri di setiap tokoh ceritanya sehingga tergambar sangat natural tiada kesan dibuat-buat. Sementara membaca ini aku teringat JK Rowling yang juga sangat mahir memainkan peran para tokoh.


Di Indonesia buku ini diterbitkan oleh Mizan Fantasi. Mizan fantasi sendiri memiliki slogan:

Mengajak pembaca untuk menjelajahi kekayaan dan makna hidup melalui cerita fantasi yang mencerahkan, menggugah dan menghibur.

Jadi tidak hanya menawarkan fantasi yang melayang-layang ke nirwana tetapi sarat akan makna yang dapat dipetik.
Percaya tidak percaya mataku sedikit berkaca-kaca membaca sejarah hidup Juliette lewat penuturan tokoh Adam yang tidak pernah meminta apa-apa dari siapa-siapa tapi tidak ada yang pernah memberikan kesempatan padanya.
Owkehhh

 

 My Rank for this book:

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar