[Hotter Potter Reading Event 2013] Telaah Buku Empat Harry Potter and The Goblet of Fire

“Hanya karena perlu tiga tahun bagimu untuk menyadari bahwa aku cewek, Ron, tidak berarti bahwa tak ada orang lain yang menyadarinya.”

Yeah.. itu adalah kalimat “cettarr!” Hermione yang paling aku suka di buku ini. Dalem,,, kena banget! hhehe.

Di tahun ke empat ini rupa-rupanya kehidupan Harry Potter CS mulai diusik oleh persoalan-persoalan  yang banyak melibatkan perasaan. Ceritanya sudah semakin kompleks,  karena tidak hanya berkutat pada petualangan Harry melawan kejahatan Pangeran Kegelapan saja melainkan juga sudah mulai diusik oleh permasalahan seputar “hati”.

Dan harus aku akui buku ini sangatlah tebaaal… dan butuh waktu yang lamaaa.. untuk menyelesaikannya. Jika kamu membutuhkan sebuah buku untuk dinikmati dalam jangka waktu yang panjang maka buku ke empat Harry Potter and The Goblet of Fire adalah pilihan yang tepat.

Harry Potter and The Goblet of Fire

Harry Potter dan Piala Api

 

Tidak hanya para tokohnya yang mulai “dewasa” , bentuk penulisan novelnya pun sedikit mengalami perubahan. Tidak seperti biasanya, kisah dibuka oleh profil orang ke tiga yang cukup membuatku “mengernyitkan dahi” apakah aku salah membaca novel? Karena kita sudah dibiasakan oleh pembukaan novel dengan bersetting Privet Drive dimana Harry menghabiskan libur musim panas di rumah pamannya —Mr. Dursley.

Kisah liburan Harry pun diceritakan lebih banyak pada buku empat ini. Hal ini dikarenakan 1 minggu sebelum kembali ke sekolah, di dunia sihir sedang dilangsungkan acara besar ‘Piala Dunia Quidditch’ dan Harry tentu saja harus menyaksikan momen akbar itu. Cukup banyak hal-hal baru yang disuguhkan di Piala Dunia Quidditch dan pastinya ajaib. Seperti penampilan maskot Tim-tim Nasional peserta piala dunia menghadirkan makhluk Leprechaun & Veela. Leprechaun adalah kurcaci kecil dalam dongeng yang dipercaya menyembunyikan emas di ujung pelangi. Terang saja di akhir penampilannya, Leprechaun menghujani tribune dengan koin emas yang langsung menjadi rebutan penonton. Sedangkan Veela adalah perempuan yang sangat cantik memiliki kulit yang bercahaya seperti bulan dan rambut mereka melambai ke belakang tanpa tiupan angin. Aura ini menjadi semacam hipnotis kepada penonton terutama kepada kaum laki-laki sehingga cukup menghilangkan setengah kesadaran mereka.

Selain perhelatan akbar piala dunia Quidditch, kita juga dimesmerized dengan informasi baru yakni profil sekolah sihir yang lain selain Hogwarts. Aku pribadi juga merasa ‘kekaguman’ yang pernah  aku rasakan saat buku pertama kembali terasa di buku empat ini karena adanya sekolah lain ini yaitu Beauxbatons & Durmstrang. Walaupun kemudian, sekolah-sekolah ini memiliki ciri yang cukup berbeda dengan Hogwarts. Ada yang tempatnya sederhana tapi pelajaran-pelajarannya banyak memberi tekanan pada ilmu hitam. Ada yang murid-muridnya sangat kaku terhadap aturan tapi memiliki kastil yang sangat “cantik”. Semuanya di informasikan secara tersirat melalui buku ini.

Nilai kehidupan yang  paling sarat akan makna menurutku adalah kebesaran hati seorang Mrs. Weasley. Perempuan bernama lengkap Molly Weasley ini memberi kita teladan yang cukup tentang arti sebuah penerimaan. Ia dengan ikhlasnya memilihkan Jubah Pesta terbaik untuk Harry karena Harry mampu membelinya.  Sebaliknya cukup membeli Jubah Pesta "second" untuk anaknya sendiri— Ron, karena keterbatasan ekonomi. Padahal dia sendirilah yang datang mengambilkan uang Harry di bank Gringotts karena Harry harus ikut suaminya menonton Piala Dunia Quidditch.Tetapi itu tidak lantas membuatnya merasa berjasa —jangankan meminta upah, sekedar meminjam saja dia tak rela.
Bisa kita bayangkan, bagaimana mirisnya hati Mrs. Weasley saat berhadapan dengan gantungan-gantungan Jubah Pesta beraneka ragam dan warna di toko Madam Malkin. Sebagai orang tua pastinya dia ingin sekali memberi jubah terbaik untuk anaknya sebagaimana milik Harry. Dia juga tahu persis akan reaksi Ron ketika menerima Jubah "second" nantinya. Tapi apalah daya.. untuk apa memaksakan sesuatu yang sangat "sepele" tentang persoalan "gengsi". Toh pada akhirnya kenyataan ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi Ron ketika tiba giliran dia menjadi orang tua.


Mrs. Weasley, Honored for her

Pertengkaran-pertengkaran kecil masih tetap mewarnai perjalanan persahabatan “3 Sekawan” (Harry, Ron dan Hermione). Tapi entah ini disengaja atau tidak, aku seperti melihat adanya pola pada tokoh yang “bertengkar” ini. Di buku empat ini misalnya akhirnya (oopss maaf kalau spoiler) persahabatan Ron & Harry harus renggang. Meskipun Hermione berusaha keras mendamaikan, akan tetapi  pertengkaran ini berlangsung cukup lama bahkan satu sama lain berusaha untuk tidak saling berbicara. Melihat kejadian ini, jelas membawa ingatanku  pada jenis pertengkaran yang sama di tahun sebelumnya yang kali itu melibatkan Hermione & Ron. Tentu kita masih ingat bagaimana hewan peliharaan Hermione —Crookshanks yang berusaha “membunuh” Scabbers membuat kedua sahabat karib ini harus melewatkan berminggu-minggu lamanya untuk tidak saling berbicara. Dan jika aku tidak salah ingat pula, Hermione pernah marah kepada keduanya di buku satu hingga membuatnya mengurung diri di kamar mandi sebelum Troll gunung yang mengamuk mendapatinya sedang menangis di dalam. Jadi disini terkesan JK Rowling menukar-nukar tokohnya untuk memunculkan konflik.


Berbicara masalah pola, hal ini berlaku pula pada partner Harry dalam menghadapai petualangan klimaks di setiap novel.  Jika di buku dua Harry ditemani Ron dalam petualangan di kamar rahasia karena Hermione membatu, maka di buku tiga Harry ditemani Hermione dalam petualangan menggunakan time turner karena Ron masih dirawat di rumah sakit karena kakinya patah. Tetapi di buku satu, mereka semua terlibat dalam petualangan mencari batu bertuah. :)Cukup logis!

THE CHARMING OF MAGICAL WORLD


Meskipun tebal tapi tidak banyak benda baru yang hadir menghiasi buku ini. Aku tidak heran karena sebagian besar halaman banyak mengkisahkan usaha Harry dalam menyelesaikan setiap tugas turnamen Triwizard.

  1. Portkey

Portkey adalah benda-benda yang digunakan untuk mengangkut penyihir dari satu tempat ke tempat lain pada waktu yang sudah ditentukan. Ibarat sebuah portal yang akan membuka menuju sebuah lokasi tertentu pada saat tertentu pula. Asal sudah menyentuhnya barang seujung jari maka akan bisa langsung tersedot ke dalam. Portkey bisa berbentuk macam-macam yang terpenting adalah barang-barang tersebut tidak menarik perhatian para muggle dan mereka pikir itu cuma sampah. Sehingga nantinya tidak diambil atau dipakai main oleh mereka. Contohnya bot bekas, koran bekas, kaleng minuman, dan bola sepak bocor. Karena nantinya portkey ini akan ditempatkan pada tempat-tempat strategis yang bisa dijangkau oleh banyak penyihir sekali jalan. Apakah benar cuma dipakai sekali jalan? Tapi portkey piala Harry koq bisa dipakai balik lagi ke sekolah Hogwarts?

Cuma Tante Rowling jangan sembarangan menaruh Portkey di Indonesia, bisa-bisa yang tiba di sana malah manusia-mamusia pengeruk sampah ..hehe

Anyway… Bicara soal portkey coba simak ini deh…

Mereka berdiri di sana, dalam lingkaran rapat, sementara angin dingin menyapu puncak bukit. Tak seorang pun bicara. Mendadak terlintas di benak Harry, betapa ganjil pemandangan ini jika ada Muggle yang kebetulan naik ke bukit ini sekarang... sembilan orang, dua di antaranya laki-laki dewasa, memegangi sepatu bot butut dalam keremangan subuh, menunggu...

Ingat ya.. Sembilan! Yaitu Harry, Ron, Hermione, Ginny, Si kembar Weasley, Mr Weasley sendiri, Amos Diggory dan Cedric Diggory. Sekarang lihat ini…

"Tujuh lewat lima dari Bukit Stoatshead," terdengar suara berkata.

Maksudnya tujuh orang lewat portkey lima dari Bukit Stoatshead. Aku beranggapan dua orang yang kurang adalah Weasley bersaudara (karena dikenal dengan kejahilan mereka). Berikutnya ini lagi..

Tak seorang pun yang melihat kemah ini akan mengira ini kemah milik penyihir, pikir Harry, tetapi masalahnya, begitu Bill, Charlie, dan Percy tiba, jumlah mereka akan jadi sepuluh.

Masuk akal karena tujuh ditambah tiga adalah sepuluh. Trus Weasley bersaudara kemana hayo…

Mereka ternyata muncul begitu saja saat Harry, Ron dan Hermione kembali dari mengambil air di bumi perkemahan.

"Kalian lama sekali," kata George ketika mereka akhirnya tiba kembali di kemah keluarga Weasley. "Ketemu beberapa orang," kata Ron, menaruh airnya. "Apinya belum kaunyalakan?"
"Dad lagi bersenang-senang dengan korek apinya," kata Fred.

2.    Pensieve

Harry & Pensieve


Jika kepala kita sudah terasa sangat penuh, atau ingin sejenak melupakan kejadian-kejadian tertentu untuk sekedar refreshing, maka mungkin kita membutuhkan sebuah Pensieve.
Pensieve bentuknya seperti baskom tempat menampung larik-larik pikiran, menjaganya dan dapat menghubungkan beberapa ingatan berbeda hingga membentuk sebuah hubungan kejadian. Larik-larik pikiran itu sendiri tampak seperti benang putih yang bercahaya keperakan yang dapat ditarik melalui pelipis dengan tongkat sihir. Alhasil Pensieve sendiri akan bercahaya putih keperakan oleh kumpulan larik pikiran tersebut.
Dumbledore menarik larik pikiran

3.    Mythical Creatures


  • Winged Horse
Winged Horse atau Kuda Sembrani adalah seekor kuda berukuran raksasa dan bersayap. Kuda terbang yang juga terkenal dengan nama Pegasus ini muncul sebagai hewan penarik kereta delegasi Beauxbatons untuk menghadiri turnamen Triwizard yang diselenggarakan di Hogwarts.
 

  • Mermaid
Ini adalah makhluk favorite keduaku setelah Centaurus. (heheh mirip anak TK ya.. idolain Putri Duyung). Unfortunately, duyung-duyung disini tidak indah seperti yang kita kenal. 
Duyung-duyung itu berkulit keabu-abuan dan rambut mereka panjang, berantakan, berwarna hijau tua. Mata mereka kuning, seperti juga gigi mereka yang patahpatah, dan mereka memakai kalung tali tebal dengan untaian kerikil di sekeliling leher mereka.

Ternyata selama ini mereka hidup di dalam Danau Hitam di kompeks sekolah Hogwarts.

Mermaid sesuai imajinasiku


Mermaid sesuai Novel
 
Kecewa banget dengan Mermaid ala film :(


Mermaid era Digital


Mermaid cowok namanya Mermen!




THE GOBLET OF FIRE


Di tahun ke empat ini akan diadakan sebuah acara besar di Hogwarts. Sebuah kompetisi persahabatan antar tiga sekolah sihir ternama—Hogwarts, Beauxbatons & Durmstrang. Acara ini bernama Turnamen Triwizard. Turnamen ini sebenarnya adalah turnamen lama yang baru dibuat kembali karena banyaknya memakan korban jiwa dalam perhelatannya. Dengan meyakinkan adanya perbaikan tingkat pengamanan yang semakin baik, akhirnya acara ini kembali mendapat persetujuan Kementrian Sihir untuk diselenggarakan. Dan kali ini Hogwarts lah yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah atas dua sekolah lainnya.

Selain  pengamanan yang semakin ditingkatkan, pembatasan usia peserta kompetesi juga diperlakukan. Yang berhak memasukkan namanya adalah siswa kelas enam dan tujuh dan sudah berusia tujuh belas tahun atau lebih. Hanya akan ada satu siswa dari tiap sekolah yang akan bertanding di kompetisi Triwizard. Adapun penetapan siswa mana yang berhak diputuskan oleh sebuah Goblet of Fire (Piala Api).

Waktu penentuan peserta telah tiba. Satu persatu carikkan perkamen yang bertuliskan nama siswa dan sekolah dilontarkan oleh Piala Api. Viktor Krum terpilih mewakili Institut Durmstrang. Fleur Delacour menjadi juara untuk Akademi Beauxbatons. Dan untuk Hogwarts sendiri, selamat banyak buat siswa Hufflepuff; Cedric Diggory.

Ketiga peserta turnamen Triwizard kini telah lengkap terpilih dan harus menyelesaikan semua tugas yang diberikan. Piala Api memiliki ikatan kontrak sihir yang tidak bisa dilanggar. Oleh sebab itu nama-nama siswa yang sudah terpilih tidak bisa mundur lagi. Saat  Dumbledore sedang menyemangati para siswa untuk tegar dan tidak mudah menyerah tiba-tiba api di dalam piala kembali memerah seperti kebiasaannya jika mengeluarkan sebuah keputusan pilihan. Ditengah bunga api yang beterbangan, meluncurlah kembali secarik perkamen yang langsung disambut oleh tangan Dumbledore. Dumbledore menatap lama perkamen itu sebelum akhirnya mengumumkan nama peserta yang tertera di atasnya, nama peserta ke empat! Jumlah peserta yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu tujuh ratus tahun turnamen Triwizard digelar.

Seorang siswa Hogwarts yang bahkan belum cukup umur dan masih duduk di bangku kelas empat. Dialah “Harry Potter!”.
Akankah Harry bisa melewati semua tugas kompetisi ini yang terkenal berat dan berbahaya? Apakah benar ini dilakukan oleh kaki tangan Pangeran Kegelapan untuk membunuh Harry secara halus melalui motif  “kecelakaan” kompetisi? Siapakah sebenarnya yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api tersebut? Temukan semua jawabannya dalam buku empat Harry Potter and The Goblet of Fire.

Bagi yang udah kelar baca bukunya, masih penasaran kan bagaimana nasib roh Cedric setelah dibabat habis oleh Voldemort? Dijamin gak bakal kamu dapat dari referensi manapun, cuma di sini kamu bisa mendapatkannya!:-*

SPELLING...........!!!!!


Berikut daftar mantra yang muncul di buku 4 (empat) tapi tidak muncul di buku 1, 2 & 3 :
  1. Incendio = Menciptakan api.
  2. Accio = Mantra Panggil.
  3. Sonorus = Mantra Pengeras Suara.
  4. Quietus = Menghentikan kerja mantra Sonorus.
  5. Morsmordre = Menciptakan Tanda Kegelapan di langit.
  6. Stupefy = Mantra Bius.
  7. Ennervate = Mantra Anti Bius (mantra siuman).
  8. Prior Incantato = Mengetahui mantra terakhir yang digunakan oleh sebuah tongkat sihir.
  9. Deletrius = Menghentikan kerja mantra Prior Incantato.
  10. Reparo = Memperbaiki barang rusak.
  11. Imperio = Kutukan Imperius; Mengendalikan kontrol diri seseorang.
  12. Crucio = Kutukan Cruciatus; Menyiksa seseorang dari dalam tubuh.
  13. Avada Kedavra = Kutukan Kematian; Membunuh seseorang sebelum sasaran menyentuh tanah.
  14. Engorgio = Mantra Pembesar.
  15. Reducio = Mantra Pengecil.
  16. Furnunculus = Mantra Penumbuh Bisul.
  17. Densaugeo = Mantra memanjangkan gigi.
  18. Orchideus = Mengeluarkan Anggrek dari tongkat sihir.
  19. Avis = Mengeluarkan burung dari tongkat sihir.
  20. Diffindo = Mantra Pemotong atau perobek benda.
  21. Relashio = Melepaskan jeratan lawan.
  22. Reducto = Mantra Penyingkir benda-benda padat dengan cara menghancurkannya berkeping-keping.
  23. Impedimenta = Mantra Perintang.
Banyak juga ya.. Rekor nih!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Meme & Giveaway April 2013] Kitab Mantra Standar Karya Miranda Goshawk

[Wings #1] Telaah buku Wings (Sayap Peri) Karya Aprilynne Pike

CARA KELUAR KEANGGOTAAN GROUP DI FACEBOOK